MAKASSAR, BKM– Guna menekan jumlah pencari kerja dan pengangguran yang ada di Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar event job fair selama dua hari yang dimulai dari Rabu, 27 sampai Kamis, 28 September ini.
Job fair yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar di Phinisi Point (Pipo) Mal, Jalan Metro Tanjung Bunga, menggandeng 80 perusahaan nasional dan lokal.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menyampaikan, event ke dua pelaksanaan job fair yang digelar pada September tahun ini menyediakan 6.000 lowongan kerja. Puluhan perusahaan yang ikut terlibat dalam event memberikan kesempatan bagi para pencari kerja mulai dari tingkat SMA hingga S1 untuk bergabung sesuai dengan bidang atau jurusan yang dibutuhkan setiap perusahaan. Adapun perusahaan yang ikut dalam event job fair mulai dari perhotelan, BUMN, perbankan dan finance.
“Dengan jumlah 6.000 lowongan kami harap semua pencari kerja dapat terserap semuanya,” katanya.
Menurut Rahmat, adanya event job fair ini diharap para pencari kerja benar-benar dapat memanfaatkan dengan baik event job fair ini. Dan event job fair ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Makassar terhadap masyarakat dalam mencari kerja sesuai dengan program mengentaskan pengangguran yang ada di Makassar.
Dia menambahkan, November mendatang, Disnaker Makassar dapat kembali menggelat event job fair dengan menggandeng ratusan perusahaan baik lokal maupun nasional.
Selain menggelar event job fair, upaya lain Disnaker Makassar mengentaskan pengangguran di Makassar dengan memberikan pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya berwirausaha.
“Sebenarnya event ke dua tahun ini cukup banyak perusahaan yang mau ikut bergabung. Tetapi anggaran kami tidak sampai disitu. Kami tetap berharap event berikutnya kembali dilaksanakan November tahun ini. Tinggal menunggu anggaran dari perubahan,” jelasnya.
Di lokasi job fair, salah seorang pencari kerja asal Kabupaten Pangkep, Ridha mengaku cukup terbantu dengan adanya event job fair dari Pemerintah Kota Makassar. Dan dia berharap event job fair dapat lebih rutin digelar bukan hanya dua kali dalam setahun.
“Saya berharap rutin-rutinlah digelar. Kalaupun saya tidak dapat event berikutnya karena sudah bekerja, mungkin teman-teman yang lain bisa memanfaatkan job fair berikutnya,” katanya.
Hanya saja kata Ridha, yang menjadi kendala dalam kegiatan adalah pengurusan kartu kuning. Setiap pencari kerja di wajibkan mengurus kartu kuning di lokasi job fair. Sementara untuk pengurusannya membutuhkan waktu cukup lama.
“Harinya juga harus bertambah karena kita juga mau urus kartu kuning. Urusnya saja lama ada berjam-jam jadi dalam sehari kita tidak bisa langsung mendaftar. Dan stand pembuatan kartu kuning di tambah biar cepat semuanya selesai,” sarannya. (arf)
Disnaker Target 6.000 Pencari Kerja
