MAKASSAR, BKM — Penyidik Polrestabes Makassar masih mengusut kasus pencurian tiga unit laptop yang terjadi di kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar. Hanya saja, polisi sedikit menemui kendala dalam mengungkap siapa pelakunya.
Sebab, kamera pengintai alias CCTV (Closed Circuit Television) di kantor yang terletak di Jalan AP Petta Rani itu tidak berfungsi. Hal itu disesalkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan.
”Ada beberapa CCTV yang terpasang di kantor BPN, tapi semuanya rusak dan tidak berfungsi. Seandainya alat itu berfungsi, sedikit memudahkan kita untuk melacak pelaku yang masuk dan beraksi dalam kantor,” ujar AKBP Anwar, kemarin.
Tim identifikasi Polrestabes Makassar juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka memeriksa pintu dan jendela. Namun tidak ditemukan adanya kerusakan.
Nursanti dan Haeruddin, pegawai BPN yang melaporkan kejadian ini ke polisi, mengatakan sebelum pencurian terjadi, pada hari Minggu (24/9) ada kegiatan di kantor BPN. Saat itu banyak orang yang masuk dan keluar.
Pada hari Senin pagi (25/9) baru diketahui jika tiga unit laptop hilang. Adalah Haeruddin yang mendapati hilangnya komputer jinjing tersebut. Namun baru dilaporkan ke SPK Polrestabes Makassar, Selasa siang (26/9).
Untuk mengungkap kasus ini, penyidik akan memanggil dan meminta keterangan dari pegawai BPN. Juga mencocokkan hasil sidik jari oleh tim forensik dan identifikasi Polrestabes Makassar. (jul/rus)
Polisi Sesalkan CCTV Kantor BPN tak Berfungsi
