MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur Sulsel dua periode tinggal membilang bulan. Pada April 2018 mendatang, Sang Komandan akan mengakhiri pengabdiannya memimpin daerah ini.
Cukup banyak proyek pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakannya bersama Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang. Saat ini, masih ada sebagian diantaranya yang tengah berlangsung. Menjelang akhir masa jabatan, pekerjaannya pun dikebut.
Ada underpass simpang lima, elevated road atau jalan layang poros Camba-Maros, Bypass Mamminasata, Middle Ring Road (MRR), pelebaran Jembatan Tello, hingga jalan tembus Perintis-Sutami.
Ada juga proyek monumental dan prestisius yang menjadi sejarah baru transportasi di Sulsel, yakni kereta api. Begitu juga dengan kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI) yang akan menjadi kawasan masa depan, dengan hadirnya berbagai sarana dan prasarana di sana. Termasuk perumahan. Di kawasan tersebut, telah hadir Gedung Serba Guna Wisma Negara. Yang sementara dalam pembangunan adalah Masjid 99 Kubah. Ada juga Stadion Barombong yang sementara digenjot penyelesaiannya, serta Makassar New Port (MNP).
Di bidang pengairan, saat ini sedang dibangun empat dam besar. Yakni Bendungan Karalloe di Gowa-Jeneponto, Passelorang di Wajo, Pamukkulu di Takalar, dan Baliase di Luwu Utara.
Di pengujung masa jabatan pasangan SAYANG yang tinggal beberapa bulan, dua proyek infrastruktur kembali akan hadir. Yakni jalan tol dalam kota serta tol Makassar-Maros. Kedua proyek itu akan diground breaking menjelang HUT ke-348 Sulsel, tepatnya 12 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Amin Yakub menjelaskan, untuk tol dalam kota, direncanakan melintang di atas flyover dari Tol Reformasi ke ujung Jalan Petta Rani sepanjang 4,3 kilometer untuk tahap awal. Kemudian akan dilanjutkan ke perbatasan Gowa, sehingga total panjangnya 12 kilometer. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp1,2 triliun.
Karena proyek tersebut dimulai jelang akhir masa jabatan Syahrul, otomatis orang nomor satu Sulsel dipastikan tidak bisa menyaksikan proyel tersebut dalam kapasitasnya sebagai gubernur.
Namun, dalam sejumlah kesempatan, Gubernur Syahrul Yasin Limpo menegaskan jika dirinya tidak pernah memikirkan kapan masa jabatannya berakhir. Intinya, tetap kerja dan kerja.
“Apa yang baik untuk rakyat, mau itu berakhir atau tidak, harus dilakukan. Saya harus tinggalkan yang baik-baik untuk rakyat. Harus ada legacy atau warisan yang baik untuk rakyat,” tegasnya.
Dia mengakui jika setiap pembangunan, pasti akan hambatan yang dihadapi. Tinggal bagaimana strategi yang dilakukan untuk menyelesaikan hambatan itu.
Contohnya, pada sejumlah proyek infrastruktur jalan dimana pembangunannya terkendala pada pembebasan lahan. Seperti proyek Bypass Mamminasata, MRR, maupun kereta api. Sehingga dia berharap penggantinya nanti mampu melanjutkan dan merampungkan apa yang telah terbangun.
Khusus untuk proyek kereta api, kendati belum rampung keseluruhan, namun dalam waktu dekat akan diuji coba.
PPK Perkeretaapian Trans Sulawesi Henry Hidayat, mengatakan proses uji coba akan dilaksanakan tanggal 19 Oktober mendatang.
Henry menyebutkan panjang lintasan yang bisa diujicoba masih sebatas 16 km yang telah selesai sejak tahun 2015 lalu.
Dari sejumlah proyek yang digenjot pengerjaannya, beberapa diantaranya dipastikan diresmikan gubernur. Diantaranya jalan tembus Perintis-Leimena (tol), pelebaran Jembatan Tello, underpass simpang lima, Stadion Barombong yang ditargetkan selesai 16 Maret mendatang.
Ada beberapa proyek ditargetkan rampung 2018 mendatang. Proyek ini bisa saja diresmikan SYL, tetapi bisa juga tidak. Diantaranya Masjid CPI.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan, proyek ini masih kekurangan anggaran yang mencapai Rp109 miliar.
“Saat ini baru Rp60 miliar anggarannya. Merampungkan Masjid 99 kubah ini, kita target tahun 2018,” katanya.
Selanjutnya, proyek Makassar New Port (MNP) yang juga ditargetkan rampung 2018 mendatang. Kemudian proyek jalan dan jembatan di area proyek Bypass Maminasata yang sempat terkendala masalah lahan, juga akan menyeberang ke 2018.
Begitu pula dengan pembangunan tahap pertama proyek Elevated Road Maros-Bone yang ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun ataupun awal tahun 2018. (rhm/rus)
SYL Kebut Proyek Prestisius

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan