Site icon Berita Kota Makassar

Daftar di Demokrat, Isyarat DPP ke IYL-Cakka

MAKASSAR, BKM–Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dikabarkan telah mendapat isyarat dari elit Partai Demokrat. Dengan isyarat tersebut sehingga membuat pasangan ini akhirnya mendaftar di Partai Demokrat Sulsel, Jumat (29/9) siang.
IYL-Cakka datang bersama Ketua PPP dan PAN Sulsel HM Aras dan Ashabul Kahfi beserta pengurus teras kedua parpol tersebut untuk mengembalikan formulir di Hotel Sahid Jaya Makassar. Berkas pendaftaran IYL-Cakka diterima Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe yang didampingi Andi Januar Jaury Dharwis serta ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali. “Jadi kami datang ke Partai Demokrat. Ada dua agenda. Pertama menawarkan koalisi partai. Kedua pengembalian berkas sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” kata IYL kepada wartawan, usai menyerahkan berkas pendaftarannya.
Usai mendaftar, IYL sangat optimis jika partai berlambang Mercy ini bisa bersama parpol lainnya, seperti PPP dan PAN untuk berkoalisi mengusung Punggawa Macakka di Pilgub. “Saya tentu sangat optimis bisa maju lewat koalisi partai politik, terutama jika nantinya Demokrat memberikan kepercayaan kepada kami,” tambah IYL.
Ditanya tentang “karpet merah” di Demokrat, IYL memilih merendah. Alasannya, proses pendaftaran bukan hanya berlaku di Sulsel saja, tapi juga berlaku bagi provinsi lain yang bakal menggelar pilkada.
Ketua DPP Demokrat A Reza Ali, menjelaskan, jika kedatangan IYL-Cakka merupakan tindaklanjut dari kebijakan dan mekanisme yang berlaku di partainya.
Mengingat, Demokrat belum menutup pendaftaran, sehingga kandidat yang sudah mengambil formulir masih diberi ruang untuk mendaftar, termasuk IYL-Cakka. Sehingga tidak ada perlakuan khusus.
“Kalau ada yang bilang sudah ditutup, itu tidak benar,” kata Reza yang juga mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel.
Soal simposium yang sudah digelar DPD bersama sejumlah bakal calon, Reza mengaku hal itu hanya salah satu pertimbangan saja. Sehingga, meski IYL dan Cakka tidak ikut di simposium, kansnya tetap terbuka.
Sementara itu, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) memutuskan berkoalisi dengan Partai Golkar untuk mengusung pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).
PKPI menyatakan sikap mengikuti jejak PPP kubu Djan Farids serta Partai Nasdem yang lebih awal bergabung dengan Golkar.
Surat dukungan PKPI ditandai dengan diterbitkannya rekomendasi NH-Aziz oleh Dewan Pimpinan Nasional(DPN) PKPI di Jakarta, Jumat (29/9).
Surat keputusan dukungan NH-Aziz dari PKPI tersebut bernomor 141/DPN PKP IND/IX/2017 yang ditandatangani Ketua Umum DPN PKPI Prof Dr AM Hendropriyono dan Sekretaris Jenderal Dr Imam Anshori Saleh tertanggal 25 September 2017.
Juru Bicara NH-Aziz, Risman Pasigai, mengaku sangat mengapresiasi, dukungan PKPI. “Semua partai politik mau menang dalam Pilgub 2018 ini. Dan PKPI tentu memiliki pertimbangan bahwa NH-Aziz punya peluang lebih besar untuk menang sehingga langsung memberikan dukungan,” katanya. (rif)

Exit mobile version