Site icon Berita Kota Makassar

Dibantu Istri Keempatnya Memasukkan Air Tahu ke 250 Botol

“Air tahu kental dingin, sari kedelai asli dan bergizi”, kalimat itulah yang terpampang di gabus milik Rauf Dg Lau, pedagang air tahu di tepi Jalan AP Petta Rani depan kantor Dinas Bina Marga Sulawesi Selatan.

Laporan: ARIF AL QADRY

Kedelai merupakan bahan pokok berbagai jenis makanan, seperti tahu dan tempe. Namun kedelai juga sudah banyak dimanfaatkan dengan diolah menjadi minuman susu kedelai atau dikenal juga dengan air tahu. Selain menyegarkan, minuman ini juga kaya akan kandungan gizi dan protein tinggi. Banyak orang yang mulai tertarik dengan minuman air tahu. Tak sedikit yang membuka usaha air tahu.
Sudah dua tahun, tepatnya pada akhir 2015 lalu, pria kelahiran Ujung Pandang, 31 Desember 1962 itu mulai mengisi waktunya dengan berjualan air tahu di Jalan AP Petta Rani dan di Jalan Kerung-kerung.
Dg Lau bersama beberapa anggotanya mulai beraktivitas meninggalkan rumahnya di Jalan Jabal Nur, Kelurahan Ballapparang, Kecamatan Makassar pukul 10.00.
Bermodal sepeda motor tua yang didesain menjadi gerobak motor, Dg Lau menjajakan air tahu buatannya. Hanya merogoh kocek Rp5.000, masyarakat sudah dapat menikmati segarnya sebotol minuman berbahan dasar kedelai, susu dan gula pasir yang dikenal dengan air tahu.
“Saya juga berikan gratis minuman serbuk energi. Biasanya itu dicampur dalam air tahu, tapi ada juga yang minum tidak pakai campuran. Sama-sama enak sesuai dengan seleranya,” sebut pria beristri empat itu.
Untuk memastikan air tahu yang dijualnya sehat dan aman dikonsumsi, Dg Lau benar-benar memperhatikan pembuatan air tahunya. Kedelai yang dibelinya di pasar tradisional di Makassar adalah kedelai yang baik, termasuk dengan susu dan gula yang dicampur di air kedelai harus berkualitas.
Sementara untuk proses pemasakan air tahu harus benar-benar matang hingga tiga sampai empat jam. Lamanya proses pemasakan agar air tahu yang dibuat benar-benar sehat dan aman bagi pembelinya atau biar terhindar dari sakit perut.
Agar bisnis jualan air tahunya bisa lancar, panjang dan bermanfaat bagi pembelinya, bapak yang memiliki sembilan orang anak itu sering menekan pembelinya untuk datang kembali ketika merasakan gangguan sakit perut yang disebabkan air tahunya.
“Saya bisa menjamin dan bertanggungjawab kalau ada pembeli saya sakit perut karena minum air tahu saya. Biar untung tipis, jelasnya usaha tetap lancar dan bermanfaat bagi orang. Itu yang saya utamakan. Jadi saya selalu jamin pembeliku,” katanya.
Di depan penulis Dg Lau mengaku, air tahu buatannya dapat dikonsumsi oleh semua usia ataupun golongan. Bagi ibu hami juga aman mengkonsumsi air tahu buatannya apalagi dengan kondisi perut kosong. Manfaat air tahu buatannya yakni di mana dapat menyehatkan jantung, tekanan darah tinggi, mengurangi diabetes, dan menjadi sumber protein bagi ibu yang sedang hamil dengan mendapat banyak vitamin.
Karena dibuat secara alami atau tanpa tambahan pengawet, air tahu buatan Dg Lau hanya dapat bertahan paling lama dua hari. Dan itupun ketika berada dalam freezer atau pendingin. Sementara ketika tidak dimasukkan dalam freezer, air tahu buatannya hanya bertahan selama 12 jam saja.
“Kalau ada yang sisa dari hasil penjualan, saya biasanya tidak jual mi. Takutka kalau besok saya jual rasanya tidak segar mi lagi. Pasti lari pembeliku. Jadi biasanya yang sisa itu saya konsumsi sama orang rumah atau kasikan sama orang kalau ada yang minta,” akunya.
Dalam sehari, Dg Lau dibantu istri ke empatnya yakni Maria Dg Kenang membuat air tahu sebanyak 250 botol. Sengaja dia buat dengan jumlah pas-pasan agar tidak banyak yang sisa ketika pembeli sedang sepi. Namun selama dua tahun dia berjualan, hanya dua atau tiga botol saja yang disisakan. Bahkan sering dia meminta kepada istrinya di rumah untuk membuat lagi tambahan ketika air tahunya sudah mulai habis.(*)

Exit mobile version