Site icon Berita Kota Makassar

Sopir tak Ugal-ugalan, Ada Buku Disimpan di Rak

UJI COBA operasional angkutan Pasikola telah dilaksanakan. Ada berbagai respons yang datang dari para penggunanya.

LAPORAN: Juni Sewang

SEORANG pelajar bernama Naufal mengaku senang dengan kehadiran mobil Pasikola, karena bisa menambah teman-teman baru yang sebelumnya ia tak kenal. Pada awalnya ia hanya mengenal dua orang di antara enam siswa lainnya. Namun, akhirnya ia bisa akrab dan berinteraksi dengan teman-teman baru yang berasal dari kelas lain.
Siswa lainnya, Fajrin mengatakan, selama ikut di mobil Pasikola, ia merasa tenang dan puas karena tidak terlambat masuk sekolah. Dirinya juga merasa nyaman dan tidak panas ketika berada di mobil. Ia senang dengan cara mengemudi bernama Sudarmin, sang sopir yang tidak ugal-ugalan seperti pengemudi lain. Sebelum ikut, ia sempat trauma dengan petepete karena pernah mengalami insiden saat naik petepete.
Demikian pula dengan Arul. Siswa ini mengaku cukup puas ikut di mobil Pasikola. Untuk layanan yang ada di dalam mobil, secara umum ia mengatakan bagus dan cukup puas. Ia bahkan bisa memanfaatkan perjalanan dengan membaca ulang pelajarannya di dalam mobil Pasikola.
”Di dalam mobil ada juga buku-buku yang tersimpan di rak. Cukup bagus. Kalau bisa jumlahnya ditambah,” ujar Arul.
Awalnya Minarni, orang tua siswa agak ragu untuk mengikutsertakan Aiman anaknya ke dalam Pasikola. Karena anaknya tak bisa bangun cepat. Seminggu setelah program ujicoba berjalan, Minarni menyampaikan bahwa anaknya kini bisa bangun lebih cepat.
Saat belum bergabung, Aiman paling cepat bangun sekitar pukul 06.30 Wita. Setelah bergabung, Aiman selalu bangun dan melaksanakan salat subuh sebelum pukul 06.00 Wita.
“Dengan adanya Pasikola, anak saya sudah tidak lagi membawa kendaraan pribadi yang memang seharusnya belum boleh. Semoga Pasikola ini bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah lain,” ungkap Minarti.
Tahap uji coba Pasikola dimulai dengan empat armada petepete yang telah dimodifikasi. Melayani dua sekolah, yaitu SMP Negeri 3 Makassar dengan dua unit Pasikola dan SDN IKIP, juga dua Pasikola.
Selanjutnya, Pasikola akan dilengkapi dengan sistem informasi dan komunikasi transportasi publik yang menyediakan system tracking yang memungkinkan orang tua melacak kendaraan dan menerima pemberitaan pada saat kedatangan dan waktu penjemputan. (*/rus/b)

Exit mobile version