Site icon Berita Kota Makassar

Terkait Pemukulan Warga oleh Pengawas Proyek

MAMASA, BKM — Penganiayaan terhadap salah seorang warga yang berinisiatif melakukan pengawasan terhadap pekerjaan jalan Mambi-Bambang, ditanggapi serius anggota DPRD Mamasa, Helbi Lubuk.
”Terkait pemukulan, saya belum mendalami. Tapi kalau itu memang ada upaya intimidasi, saya kira tindakan itu tidak benar,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Mamasa, beberapa hari lalu.
Ia menuturkan, kalau memang pekerjaan jalan tersebut tidak sesuai prosedur, maka semestinya kegiatan itu harus distop sementara. ”Dinas terkait harus mengkaji ulang itu. Terlebih jika sudah ada keberatan dari masyarakat,” tuturnya.
Dalam pengawasan yang dilakukan masyarakat, ia menyampaikan, jika ada tekanan terhadap mereka yang berupaya melakukan pengawasan melekat, terlebih lagi jika ada tindak kriminal, maka aparat terkait atau pihak kepolisian harus segera menuntaskan kasus tersebut.
”Jangan ada lagi kongkalikong. Harus ada pembelajaran bagi rekanan agar benar-benar bekerja secara profesional. Saya anggota komisi II yang membidangi itu, lalu kejadian itu terjadi di dapil saya, dan saya kebetulan putra daerah tersebut, maka secara pribadi saya mengecam tindakan kriminal seperti itu. Secara kelembagaan kami akan buat rekomendasi,” ucapnya.
Sehubungan dengan tehknis pekerjaan pembangunan jalan yang saat ini sedang dikerjakan, Helbi berpendapat, seharusnya ada bahu jalan, drainase, dan talud. Apalagi, anggaran yang digunakan sangat fantastis, yakni sekitar Rp4,9 miliar lebih.
”Harusnya mulai dari perencanaan pekerjaan itu harus didesain secara permanen. Dalam kapasitas selaku anggota dewan sudah sering melakukan teguran kepada dinas terkait. Anggarannya sudah besar, sehingga harapan saya pekerjaan juga harus maksimal. Kalau perlu mobilisasi alat untuk membantu pekerjaan. Saya tegaskan, ini bukan soal volume jalan tapi persyaratan untuk menjadi jalan,” tegasnya.
Sebelumnya, pada 6 September 2017, seorang warga dan juga merupakan pendamping desa yang tengah mengambil gambar terkait pekerjaan jalan yang dinilainya banyak kejanggalan, diduga dianiaya dua orang oknum pengawas pekerjaan. (dar/mir/c)

Exit mobile version