Site icon Berita Kota Makassar

Oknum Komnas Waspan Peras Kepsek

LUTIM, BKM — Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur resah dengan adanya oknum yang mengaku dari Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara (Komnas Waspan).

Ke lima oknum tersebut mendatangi sejumlah sekolah dengan cara mengambil gambar gedung sekolah lalu meminta Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana bos.
Kepala Sekolah Balantang, Batman yang dikonfirmasi mengaku telah didatangi oleh oknum yang mengaku Komnas Waspan ini. Di sekolah lain seperti, SDN 229 Waru dan SDN 221 Batu Merah juga merasakan hal yang sama.
“Setahu saya ada tiga sekolah yang didatangi. SDN Waru, SDN Batu Merah dan sekolah saya sendiri. Kalau yang lain saya belum tahu persis,” ungkap Batman kepada BKM, Minggu (1/10).
Dalam askinya ke lim oknum Komnas Waspan jelas Batman meminta pertanggung jawaban anggaran yang telah dilaksanakan oleh sekolah. Jika permintaan itu tidak dipenuhi, oknum ini marah-marah.
“Dia tidak sempat meminta uang ke sekolah karena mungkin sudah curiga karena sebelumnya saya sudah dikabari oleh rekan guru. Tapi di sekolah lain ia minta dan mengancam akan melaporkan ke jaksa,” ungkapnya.
Sementara itu, bendahara SDN 229 Waru, Andi Sompa yang dikonfirmasi, Minggu (1/9) membenarkan oknum dari Komnas Waspan telah mengancam akan melaporkan pihak sekolah ke Kejaksaan jika sekolah mendapatkan kesalah dalam pelaporan pertanggung jawaban.
Hanya saja, permintaan laporan tidak direspon oleh bendahara melainkan meminta surat tugas dan rekomendasi. “Bisa saya lihat rekomendasinya pak, karena yang berhak meminta itu adalah Inspektorat atau dinas,” kata Andi Sompa.
Setelah tidak mendapatkan respon dari bendahara, salah satu diantaranya memanggil Kepsek lalu masuk ke ruangan kerjanya. Didalam ruangan oknum terdengar meminta uang Rp3 juta.
“Kalau mau ki aman, mengerti mami ki karena lima orang ka ini,” ungkap Andi Sompa menirukan perkataan oknum itu. Hanya saja, permintaan itu tidak sepenuhnya dikabulkan oleh Kepala Sekolah.
“Kepala sekolah hanya kasiki Rp1 juta itu orang. Tapi mereka bilang janganki bilang – bilang kalau ada kita kasika di sekolah lain,” ungkap Andi Sompa menirukan kembali perkataan oknum yang mengatasnamakan Komnas Waspan. (alp/C)

Exit mobile version