Site icon Berita Kota Makassar

DPAC Burau Menilai Kubuh “Fattah” Bingung Soal Muscab Demokrat

KETUA Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kecamatan Burau Luwu Timur, Muktamar Umar menilai kalau kubuh ‘Abdul Fattah’ dibuat bingung saat ditetapkan sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Luwu Timur menggantikan Nur Husain. “Pasti dari kubu pak Fattah juga bingung kok setelah verifikasi langsung dilaksanakan Muscab dengan satu pihak saja dan ditetapkan sebagai pemenang. Pasti dia bingung juga kenapa bisa begini,”ujar Muktamar.
Sebagai DPAC, kata Muktamar, siapapun yang menjadi pimpinan partai tidak menjadi masalah. Persoalannya, perlu diberikan keyakinan bahwa pergantian ini betul – betul sah secara aturan berdasarkan AD/RT partai Demokrat. “Pasti dalam perjalanan partai kedepan ini pasti ada riak-riaknya, pasti ada pro dan kontra. Pengambilan keputusan harus melalui musyawarah cabang dan bukan oleh pihak-pihak pemegang hak suara,”jelasnya.
Sah atau tidaknya Abdul Fattah sebagai ketua, kata Muktamar, dapat dilihat berdasarkan aturan dan mekanisme partai. “Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai tentu akan menjadi polemik bahkan mempengaruhi kinerja kita sendiri,” ungkapnya.
Harusnya, kata Muktamar, dapat dihadirkan seluruh pemegang hak suara sehingga siapapun yang disepakati berdasarkan musyawarah atau poting tidak menjadi masalah karena semua mekanisme telah diatur dalam partai. “Seperti apa dalam aturan partai itu terserah orang menilai sendiri apakah ini kudeta, apakah ini ilegal, apakah ini pemaksaan kehendak, apakah ini intervensi terserah orang menilai,” ungkap salah seorang pendiri partai Demokrat Luwu Timur.
Kedepan, tambah Muktamar, belum dapat menentukan sikap seperti apa sejalan dengan perubahan tetapi pihaknya cinta Demokrat. “Tentu bagaimanapun cintanya kita terhadap sesuatu kan ada akhirnya, ada batasannya,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, Abdul Fattah terpilih sebagai ketua menggantikan Nur Husain. Sebelum Muscab, Nur Husain tidak ikut bursa calon karena menilai Muscab tidak sesuai mekanisme. Beberapa pengurus DPAC yang sudah pindah partai masih diberi hak suara. (alp/rif/d)

Exit mobile version