Site icon Berita Kota Makassar

Sindiran Luhfi Bisa Ganggu Hubungan Golkar-Nasdem

MAKASSAR, BKM — Sindiran anggota DPR RI dari Partai Nasdem Luthfi A Mutty di media sosial soal status sakit Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Setya Novanto, menggelinding bak bola liar. Apa yang disampaikan politisi asal Sulsel itu dinilai bisa mengganggu hubungan kerja antara Golkar dengan Nasdem sebagai partai yang berkoalisi di pilgub Sulsel.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, menilai jika Luthfi harus memberikan penjelasan ke publik, apakah sindirannya dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat di DPR RI atau sebagai elit Nasdem.
“Kalau tidak memberikan penjelasan secara detil, maka dapat memunculkan opini bila kader Nasdem tidak solid karena menyindir pimpinan Golkar,” ujar Suwadi, Senin (2/10).
Suwadi menambahkan, manakala mantan ketua DPW Nasdem Sulsel ini bicara dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat, maka publik tidak boleh menyalahkan karena kapasitasnya. “Publik harus menerima, karena mantan bupati Lutra dua periode ini bicara untuk kepentingan masyarakat yang diwakilinya,” tandas Suwadi.
Dosen politik Unismuh Makassar Luhur M Prianto, menyebut jika sindiran tersebut merupakan ujian ketokohan dan pengaruh bagi Luhtfi. “Bagaimana pun sudah ada sikap resmi Partai Nasdem untuk berkoalisi dengan Golkar. Luthfi adalah elit Nasdem. Apalagi masih sementara di DPR RI. Meskipun posisi struktural di partai sudah berubah, tetapi sikap Luthfi menunjukkan sinyal bahwa masih ada resistensi internal dalam formasi koalisi Nasdem-Golkar,” ujar Luhur.
Menurut dia, sebenarnya ini bisa juga karena faktor pribadi, pengaruh history personal Luthfi dengan Partai Golkar di masa lalu. ”Tetapi bagaimanapun itu, kalau berlebihan saya kira ada saatnya Partai Golkar akan menuntut equality hubungan. Menertibkan kader yang dianggap resisten pada kawan koalisi. Sebagaimana Golkar memperlakukan Maqbul Halim demi menjaga harmoni hubungan koalisi Golkar-Nasdem,” jelas Luhur.
Dekan Fisipol Unibos 45 Dr Arief Wicaksono menilai jika pernyataan Luthfi tak bisa diukur seberapa besar dampaknya. “Saya kira ucapan Pak Lutfi itu tidak bisa diukur dampaknya kepada koalisi Nasdem dan Golkar. Karena sifatnya personal dan belum merepresentasikan kepentingan Nasdem sebagai partainya,” ucap Arief.
Dosen politik UIN Dr Firdaus Muhammad menilai jika pernyataan Luthfi bisa dipahami, tapi bukan konsumsi publik untuk menjaga keutuhan koalisi Golkar dan Nasdem. “Tapi pendapatnya perlu respon untuk perbaikan internal. Intinya perlu komunikasi politik internal partai,” ucap Firdaus. (ita/rif)

Exit mobile version