Site icon Berita Kota Makassar

Bendahara Akui Diancam Oknum Komnas Waspan

LUTIM, BKM — Kadis Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, La Besse segera memanggil Kepala Sekolah korban dari oknum Komite Nasional (Komnas) Pengawas Aparatur Sipil Negara (Waspan).

Pemanggilan dilakukan untuk mendengarkan keterangan Kasek terkait dugaan pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh oknum Komnas Waspan.
“Sebelum menempuh jalur hukum, saya akan panggil dulu Kasek yang telah didatangi sekolahnya, saya dengar dulu keterangannya. Seperti apa kejadiannya,” ujar Kadis, Selasa (3/10).
Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan himbauan kepada para Kepsek Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) agar senantiasa berhati-hati dalam melayani tamu yang tidak jelas.
Apa lagi, jika tamu yang datang dengan bergelagak yang tidak edukatif sehingga diminta untuk segera menghubungi Dinas Pendidikan. “Jika dibutuhkan akan saya koordinasikan dengan Satpol -PP,” ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang ada dikecamatan Malili, kabupaten Luwu Timur mengaku resah dengan adanya oknum yang mengaku dari Komisi Nasional Pengawas Aparatur Negara (Komnas Waspan).
Kenapa tidak, oknum yang beranggotakan lima orang tersebut mendatangi sejumlah sekolah dengan cara mengambil gambar gedung sekolah lalu meminta Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana bos.
Kasek, Balantang, Batman yang dikonfirmasi mengaku telah didatangi oleh oknum yang mengaku Komnas Waspan ini. Di sekolah lain seperti, SDN 229 Waru dan SDN 221 Batu Merah juga merasakan hal yang sama.
“Yang saya tahu ada tiga sekolah yang ia sudah datangi. SDN Waru, SDN Batu Merah dan sekolah saya sendiri. Kalau yang lain saya belum tahu persis,” ungkap Batman, Minggu (1/10) lalu.
Sementara bendahara SDN 229 Waru, Andi Sompa yang dikonfirmasi, Minggu (1/9) lalu membenarkan oknum dari Komnas Waspan telah mengancam akan melaporkan pihak sekolah ke Kejaksaan jika sekolah mendapatkan kesalahan dalam pelaporan pertanggung jawaban. (alp/C)

Exit mobile version