Site icon Berita Kota Makassar

Dua Tersangka Pembunuh Kader IPM Tumbang Didor

MAKASSAR, BKM — Seorang kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Makassar bernama Ipmawan Muh Aslansyah tewas di ujung badik. Dua orang pelaku yang menghabisi nyawa korban harus pula tumbang di ujung bedil polisi.
Syahrul (20) dan Irwan (22) dihadiahi timah panas oleh tim gabungan Polsek Tallo dan Polrestabes Makassar. Polisi terpaksa melumpuhkan keduanya lantaran melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Peluru bersarang di kaki kiri dan kanan Syahrul. Sementara Irwan, sebutir pelor menembus kaki kanannya.
Setelah keduanya berhasil diamankan dan dilumpuhkan, Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Siraid merilis kasus ini, Selasa (3/10). Ia didampingi Kasat Reksrim AKBP Anwar Hasan,
Kabag Ops Kompol Dwi Bahtiar Rivai, serta Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT.
Menurut Hotman, kedua tersangka pembunuhan ini diringkus di tempat berbeda. Mereka menghabisi nyawa korban pada Senin malam (2/10).
Dijelaskan Wakapolrestabes, seorang saksi yang juga keluarga korban bernama Akbar mengungkapkan, saat kejadian dia bersama almarhum duduk di atas motor di Jalan Datuk Patimang. Kira-kira pukul 19.30 wita. Mereka tengah menunggu seorang rekannya yang hendak mengambil flashdisk.
”Tak lama kemudian datanglah dua pelaku, yakni Syahrul dan Iwan mengendarai sepeda motor. Salah seorang tersangka, yakni Irwan bertanya ke korban yang berada di atas motornya. Tiba-tiba Syahrul menghampiri korban dan menyerangnya,” terang Hotman.
Pada saat bersamaan, Syahrul menikam korban menggunakan badik. Serangan itu mengenai bagian dada, tepat di ulu hati. Seketika korban langsung jatuh tersungkur bersimbah darah. ”Kedua pelaku kemudian melarikan diri menggunakan motor,” tambah Wakapolrestabes.
Warga yang melihat korban tak berdaya, beramai-ramai mengevakuasinya ke Puskesmas Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo. Namun karena kondisi lukanya cukup parah, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.
”Kondisi korban sudah kritis saat dibawa ke Puskesmas Ujung Pandang Baru hingga dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin. Tak lama kemudian korban meninggal dunia,” kata Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT, menambahkan ikhwal peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya.
Begitu menerima informasi kejadian, polisi langsung turun ke lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan prarekonstruksi yang dilaksanakan sekitar pukul 23.00 Wita membuahkan hasil.
”Terungkap dua nama pelaku yang diidentifikasi. Selanjutnya kami melakukan pengembangan, diback up tim Reksrim Polrestabes Makassar. Hasilnya, salah seorang tersangka bernama Irwan berhasil kami ringkus saat berada di rumahnya di Samata, Gowa. Dari tangan Irwan kami amankan sepeda motor yang digunakan menyerang korban,” terang Kompol Amrin.
Mantan Kapolsek Tamalate itu menambahkan, dari keterangan Irwan disebutkan jika yang merupakan eksekutor adalah rekannya bernama Syahrul. Pengakuan itu kemudian ditindaklanjuti.
Selasa (3/9) pukul 08.00 Wita, Syahrul berhasil diamankan saat berada di Jalan Mappaoddang.
“Kami bawa Irwan dalam pengembangan untuk menunjuk persembunyian Syahrul yang berada di Jalan Mappaoddang. Saat berhasil mengamankan Syahrul, keduanya mencoba melakukan perlawanan. Meski diberi tembakan peringatan sampai tiga kali, mereka tak menggubrisnya hingga. Akhirnya diambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkannya,” terang Amrin lagi. (ish-jul/rus)

Exit mobile version