SIDRAP, BKM — Setelah rehat selama sebulan karena pemeliharaan jaringan irigasi, Pemkab Sidrap, kini membuka pintu air irigasi kembali.
Normalilasi pintu irigasi dimulai sejak 1 Oktober 2017 hingga selesainya musim tanam (MT) Oktober 2017 sampai Maret 2018 (Okmar).
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, Pertanian dan Ketahana Pangan Sidrap, Amiruddin Syam mengklaim, pertanian padi di Sidrap untuk MT Okmar, segera dimulai.
“MT Okmar ini, luas tanam kami mencapai sekitar 54.122 hektar,” ujar Amiruddin, Selasa, (3/10).
Menurutnya, estimasi luas tanam MT Okmar tersebut, berasal dari Luas Tambah Tanam (LTT) sebanyak 279 hektar, ditambah dengan total tanam MT April dan September (Apsep) 2017 seluas 53.843 hektar atau 111.51 persen dari target tanam 48.285 hektare.
“Ini adalah babak baru sekaligus tantangan untuk memproduksi padi sebanyak-sebanyaknya di Sidrap,” kata Amiruddin.
Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf. Eko Paskha HN yang dihubungi terpisah menambahkan, 400 hektar lahan sawah baru pasca dicetak oleh personil Makodim 1420 Sidrap juga sudah akan difungsikan pada Musim Tanam Oktober-Maret (MT okmar).
“Pencetakan sawah baru dari tanah kebun seluas 400 hektar sudah rampung dan sudah siap ditanami padi awal Oktober ini,”tandasnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Imran Abidin, memastikan suplai air ke sawah-sawah, bakal lancar.
Menurutnya, pasca pemeliharaan jaringan irigasi selama sebulan penuh, PSDA Sidrap, kata dia, kembali membuka pintu irigasi.
Empat Daerah Irigasi (DI) teknis yang ditutup selama sebulan karena ada pemeliharaan, beber Imran, telah dibuka kembali.
“Di Sadang, Bila, Bulu Cenrana, dan Bulo Timoreng, sudah kita buka kembali untuk mengaliri sawah-sawah milik petani,” klaim Imran. (ady/C)