Site icon Berita Kota Makassar

500 Mahasiswa Sebarkan Kebaikan di Medsos

MAKASSAR, BKM– Saat ini mahasiswa terlihat begitu lemah pengaruhnya dalam membentuk iklim dunia maya yang konstruktif atau membangun. Bahkan akun golongan yang mengatas namakan mahasiswa kalah bersaing dengan akun toko online, akun selebritis dan akun-akun politik.
Padahal seharusnya, mahasiswa sebagai agen perubahan banyak berkontribusi dengan membentuk iklim dunia maya yang konstruktif.
Era teknologi informasi saat ini mengharuskan masyarakat memiliki ponsel dan melek internet, khususnya media sosial (medsos) karena menjadi sumber mengalirnya informasi secara cepat.
Menurut Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Kominfo RI, Henri Subiakto, riset membuktikan empat dari 10 orang Indonesia aktif bermedsos. Sebagian besar masyarakat tidak bisa hidup lebih dari tujuh menit tanpa ponsel. Akses internet rata-rata delapan jam sehari.
“Begitu vitalnya akses internet, khusus media sosial, ini bisa digunakan orang-orang sebagai alat untuk mencapai tujuan, baik yang bersifat positif maupun negatif, ” ungkap Henri pada pembukaan dan peluncuran Literasi Pengguna media Sosial bagi Mahasiswa Pengguna Medsos dengan tema ” sebarkan 1.000 kebaikan di Dunia Maya dan Bersama Kita Tolak Hoax”, di Menara Bosowa, Rabu (4/10).
Henri juga meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai terprovokasi terhadap aktifitas yang muaranya hoax, hate speech, provokasi, dan lainnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat jangan sekali-kali memposting hal buruk di medsos karena bisa menjadi jejak digital Anda.
“Khususnya bagi yang sedang mencari kerja. Karena sekarang, jejak digital Anda gampang dideteksi menggunakan media sosial. Seperti apa anda, tercermin dalam akun medsos, ” ungkapnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Sistem Persandian (KISP) Sulsel, Andi Hasdullah mengatakan, saat ini, konten medsos mengandung banyak info hoax, kebohongan, kebencian, hatespeech, caci maki, isu berbau SARA, dan pornografi, menjadi ancaman yang sangat serius.
“Ini menjadi ancaman yang sangat serius, berpotensi memicu perpecahan dan mengancam soliditas dan kebhinekaan kita. Bahkan, peradaban kita yang tentu akan menghambat upaya percepatan pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Hasdullah.
Di era digital seperti sekarang ini, arus komunikasi informasi secara online tidak bisa dibendung. Sehingga, yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan ketahanan netizen terhadap info yang negatif melalui edukasi atau literasi pengguna medsos yang santun dan produktif, dan mampu memfilter info yang bertebaran di dunia maya tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya akan mulai dari komunitas-komunitas pengguna medsos, seperti pelajar dan mahasiswa. Pihaknya akan menggalakkan Gerakan Ayo Santun dan Produktif di Dunia Maya.
Karena itu, dia mengajak 500 mahasiswa dari lima perguruan tinggi (PT) di Sulsel untuk ikut berkampanye literasi pengguna medsos yang santun dan produktif. PT yang terlibat diantaranya Universitas Hasanuddin (Unhas) , Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Universitas Islam Makassar (UIM), dan Universitas Muslim Indonesia (UMI). (rhm)

Exit mobile version