MAROS, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kabupaten Maros memprediksi, musim kemarau masih akan terjadi hingga akhir bulan ini. Diperkirakan, musim hujan baru akan terjadi di awal Nopember tahun ini. Hal itu dikatakan Kepala BMKG Maros, Abdul Mutholib kepada wartawan kemarin.
Menurutnya, tidak ada pergeseran musim hujan di tahun ini. Walau selama Oktober, hujan beberapa kali terjadi. ”Meski beberapa hari terakhir hujan mengguyur beberapa wilayah, namun hal tersebut belum menandakan musim hujan. Karena dibulan Oktober ini, masih masuk dalam bulan transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga akan terjadi hujan berat dan hujan ringan hingga akhir Oktober.
”Kita prediksi musim kemarau akan berakhir bulan ini. Dan awal bulan Nopember sudah mulai terjadi hujan. Sejauh ini memang sudah ada hujan, hanya intensitasnya masih kurang. Karena masih dalam masa transisi,” bebernya.
Dikatakan, meski musim hujan akan dimulai pada awal Nopember, tapi intensitas curah hujan akan tinggi di Desember hingga Januari 2018. Karena dua bulan itu merupakan puncak musim hujan.
”Puncak musim hujan akan terjadi dibulan Desember dan Januari. Dibulan ini, curah hujan akan meningkat dan lebih intens terjadi. Karena memang diprediksi puncak musim hujan terjadi diakhir tahun 2017 dan awal tahun 2018,” ujarnya.
Ia berharap, dengan turunnya hujan di Oktober ini, beberapa wilayah yang dilanda kekeringan, dapat teratasi. Walau intensitasnya tidak sebanyak musim hujan, tapi setidaknya dapat meringankan warga.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Frans Johan, menuturkan, pihaknya telah memetakan lokasi yang rawan bencana. Sehingga bila terjadi bencana yang kerap mengikuti musim hujan, pihak BPBD pun akan siap untuk bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Dia mencontohkan untuk daerah yang rawan banjir, BPBD memetakan beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Turikale, Mandai, Marusu, Maros Baru, Bontoa, Lau, dan Kecamatan Moncongloe.
”Untuk bencana banjir, kami memetakan sekitar 8 kecamatan yang masuk sebagai daerah rawan banjir. Hal ini melihat kejadian yang terus berulang setiap tahunnya,” jelasnya. (ari/mir/c)
BMKG Maros Prediksi Kemarau Hingga Akhir Oktober
