MAKASSAR, BKM — Salah satu penyumbang inflasi yang selama ini cukup tinggi adalah cabai. Ketika langka di pasaran, harganya meningkat drastis hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya mencari solusi agar produk pertanian ini tidak lagi menjadi penyumbang inflasi yang cukup berpengaruh.
Salah satunya dengan menghadirkan varian cabai katokkong yang merupakan tanaman asli Sulsel, tepatnya dari Tana Toraja.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Fitriani, menjelaskan, katokkong merupakan varian cabai dengan tingkat kepedisan lebih 10 kali lipat dibanding cabai rawit. Jika diberdayakan di seluruh kabupaten/kota, pihaknya optimistis menjadi salah satu produk penyangga yang bisa mencegah inflasi.
Dalam waktu dekat, kata Fitri, pihaknya akan membagikan 50 ribu bibit katokkong di 24 kabupaten/kota termasuk dengan pupuk hayati untuk merangsang pertumbuhannya.
“Rencananya kami akan sebar di 24 kabupaten/kota pada 10 Oktober mendatang. Kita akan memasyarakat cabai varian ini. Kami akan bagi pada 1000 titik, ” kata Fitri, Kamis (5/9).
Dia melanjutkan, ada tiga alasan sehingga tanaman asal Toraja itu dimasyarakatkan.
Pertama untuk melindungi plasma nutfah jenis ini agar tidak diklaim daerah lain. Karena berdasarkan pengalaman, sejumlah tanaman asal Sulsel seperti pisang barangan sudah diklaim oleh salah satu daerah di Indonesia.
Karena itu, pada saat penyebaran bibit yang diberi nama Katokkong Sayang itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat ke Pemprov Sulsel yang menandai jika produk pertanian tersebut sudah terdaftar di perlindungan varietas.
Alasan kedua adalah untuk memasyarakatkan Katokkong Sayang di 24 kabupaten/kota dan yang ketiga menjaga stabilisasi inflasi.
Fitri menambahkan, ada beberapa keunggulan dari varietas cabai yang satu ini. Selain memiliki tingkat kepedasan lebih kuat, aromanya juga memikat. Bisa menjadi alternatif bagi industri saus cabe.
Soal harga hampir sama dengan cabai rawit. Malah waktu bergejolak harga cabai, katokkong malah lebih murah. (rhm)
Cabai Toraja Atasi Inflasi
