DI kekinian, bermusik tak lagi sekadar hobil dan penyaluran bakat. Namun lebih dari itu, bisa menjadi sumber mata pencaharian. Tidak mengherankan jika banyak yang melakoninya dan terjun lebih jauh di dalamnya.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
SADAR atau tidak, musik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Tanpanya suasana menjadi sepi. Mood seseorang bisa tercipta karena kehadiran musik.
Tidak heran bila kian banyak orang yang menggelutinya. Komunitas pemusik pun bertumbuh bak cendawan di musim hujan. Silih berganti mereka hadir di blantika musik tanah air ataupun mancanegara.
Pemusik profesional maupun amatiran juga bermunculan, seiring perkembangan musik dari masa ke masa. Tak ada lagi yang tidak mengenal musik. Dari anak-anak sampai orang tua, mereka memiliki musik yang menjadi favoritnya.
Spesifikasi dalam bermusik juga terus dikembangkan. Ada yang khusus di drum, piano dan semacamnya. Termasuk mereka yang mengkhususkan diri memperdalam tentang gitar.
Untuk alat musik yang disebutkan terakhir, ada sebuah komunitas di Makassar yang cukup eksis dengan berbagai kegiatannya. Namanya Persatuan Gitaris Makassar (Pe.G.M).
Komunitas ini didirikan pada tahun 2009 lalu. Humas Pe.G.M Enno menjelaskan tentang perkumpulannya. Menurutnya, di dalam Pe.G.M terhimpun para pecinta musik, khususnya yang suka dengan instrumen gitar.
BKM mewawancarai Enno melalui media sosial. Hal itu karena ia masih berada di Bandung hingga 7 Oktober mendatang. Meski sibuk, Enno menyempatkan diri untuk menjawab semua pertanyaan yang disampaikan kepadanya.
Cukup banyak yang diceritakannya tentang komunitas termpatnya bergabung. Mulai dari mengapa komunitas ini didirikan, hingga suka duka yang dijalani.
Dari percakapan dengan Enno, sedikit bisa disimpulkan bahwa perkumpulan ini bukanlah komunitas asal-asalan. Melainkan komunitas yang selalu konsisten dalam menegakkan visi mereka.
“Anggota yang bisa bergabung di sini sebenarnya bisa siapa saja, yang terpenting suka dengan musik. Apalagi jika suka dengan instrumen gitar, pasti lebih klop,” kata Enno menjelaskan kriteria anggota yang bisa bergabung.
Enno juga menceritakan secara singkat mengapa komunitas ini bisa sampai ada. Katanya, komunitas Pe.G.M didirikan untuk mewadahi seluruh gitaris-gitaris di Makassar. Mulai dari sekadar sharing, jamming session, sampai yang paling utama adalah silaturahmi antarpara penggemar musik.
”Perlunya dibentuk komunitas ini supaya pengalaman dan pengetahuan tentang musik bisa menyebar merata kepada masyarakat, lebih khusus lagi kepada para pecinta instrumen gitar,” tuturnya.
Kegiatan yang mereka lakukanpun sebenarnya lebih banyak bersifat sosial. Seperti menghibur masyarakat secara umum yang ingin menikmati alunan instrumen gitar. Jika ada event, biasanya mereka tampil di area pasar segar maupun di Taman KPJ. (*/rus/b)
