Site icon Berita Kota Makassar

BRT Bakal Layani Rute Pelabuhan dan Takalar

MAKASSAR, BKM — Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel merencanakan melayani sejumlah rute baru.
Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dishub Sulsel, Fahlevi Yusuf, mengatakan, Kemenhub sedang mengkaji membuka rute BRT ke Pelabuhan penumpang, Soekarno-Hatta. Kata dia, titik-titik halte BRT sementara dihitung.
“Kan memang BRT direncanakan ini jadi moda transportasi terintegrasi. Menghubungkan antara Bandara-Pusat Kota kemudian Pelabuhan. Sementara dikaji,” ungkapnya.
Untuk rute terintegrasi nanti kata Fahlevi kemungkinan menghubungkan Bandara ke Mal GTC lalu ke Pelabuhan. Diakuinya, BRT saat ini belum menjadi pilihan utama karena terkendala sosialisasi dan waktu tunggu.
“Jadi tahun depan, kami fokus kampanye. Kampanye naik BRT,” katanya.
Saat ini, untuk menjajaki rute Makassar-Takalar via Barombong. Lanjut Fahlevi, rute baru ini siap dilayani Perum Damri. Khusus rute Makassar-Takalar dibuat alternatif memutar karena rute lewat jalur utama belum efektif. Jalurnya Takalar-Gowa-Metro Tanjung Bunga ke Pasar Butung.
“Awalnya akan dilayani bus BRT tetapi karena jembatan Barombong kecil sehingga dilayani bus perintis dengan kapasitas penumpang lebih kecil. Ini sudah direspon Dishub Takalar, Camat Tamalate dan pihak terkait. Sisa ada pertemuan resmi,” bebernya.
Sementara terkait BRT, Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar mengatakan tahun ini pihaknya fokus untuk melayani total semua koridor BRT Mamminasata. Saat ini lanjutnya, baru ada empat koridor yang dilayani.
“Totalnya kan 11 koridor. Berarti masih ada tujuh koridor yang akan kami kejar atau upayakan tahun ini,” ungkapnya, jumat (6/10).
Dishub lanjutnya akan segera membangun sarana dan prasarana BRT. Dengan menggelontorkan anggaran Rp6,7 miliar untuk membangun 42 titik halte baru. Sehingga bertambah menjadi lebih dari 100 halte.
“Angkutan massal BRT ini kan program pusat. Pemprov mendukung dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana,” bebernya.
Ilyas mengakui saat ini BRT memang belum efektif akibat masa tunggunya yang masih lama. Dishub kata dia, terus mensosialisasikan migrasi dari kendarana pribadi ke angkutan massal BRT. Khususnya kepada para pelajar dan mahasiswa. (rhm)

Exit mobile version