Site icon Berita Kota Makassar

BUMDes Pulau Sabalana Bangun Industri Air Kemasan

PANGKEP, BKM — Krisis air bersih yang dialami warga Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangngaya, saat ini terbantu dengan kehadiran industri air kemasan dan galon. Industri ini diinisiasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Gagasan nyata ini disambut antusias warga di pulau tersebut.
Selama ini pasokan air minum dalam kemasan galon diperoleh dari pedagang di Makassar. Namun kini, warga Pulau Matalaang sudah mulai bernafas lega. Meski jarak tempuhnya dari ibukota kabupaten di Pangkep mencapai 20 jam dengan menggunakan kapal nelayan, namun pemerintah desa setempat mengupayakan pelayanan air minum layaknya di perkotaan.
Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, pekan lalu mengunjungi Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya yang memiliki 11 pulau dengan 6 pulau yang berpenghuni. Kunjungan tersebut dirangkaikan peresmian pengoperasian BUMDes dengan usaha pabrik air minum kemasan (galon).
Syahban tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Karena selama ini, warga kepulauan mengeluhkan air bersih di Pulau Matalaang. ”Namun sekarang, justru bisa menghadirkan pengolahan air bersih untuk dikonsumsi,” kata Syahban.
Sementara Kepala Desa Sabalana, Fadrul, saat ditemui baru-baru ini di Pangkajene, mengatakan, wilayah desanya meliputi enam pulau yang berpenghuni. Di antaranya Pulau Matalaang sebagai ibukota desa, Pulau Sanane, Pulau Makaranganan, Pulau Sabalana, Pulau Pamolikang, dan Pulau Lilikang.
Jumlah penduduk di desa ini mencapai 5.000 jiwa. Selama ini warga masih memasok air minum dan air bersih dari Makassar. Namun sekarang, ia mengimbau agar warga membeli air yang diproduksi di BUMDes. Industri ini dibangun dengan biaya Rp100 juta.
”Air di sini kita jual dengan harga Rp6.000 per galon. Selain dekat, juga harganya bersaing,” ujar Fadrul. (udi/mir/c)

Exit mobile version