Site icon Berita Kota Makassar

Gedung Serba Guna Wisma Negara Disuntik Rp2 M

MAKASSAR, BKM – Gedung Serba Guna yang menjadi bagian Wisma Negara kembali mendapat suntikan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

Anggaran yang disiapkan senilai Rp2 miliar. Dana itu akan dipakai untuk finishing atau merampungkan sejumlah item pekerjaan yang tersisa termasuk pagar.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (PSDACKTR), Andi Darmawan Bintang, mengatakan, gedung serbaguna merupakan bagian dari Wisma Negara yang dibangun di atas tanah tumbuh. Untuk gedung serbaguna, luas bangunannya 76×40 meter.
“Untuk merampungkan fasilitasnya ditambah lagi kucuran dana Rp2 miliar,” ungkapnya, saat dihubungi BKM, Minggu (8/10).
Gedung serbaguna Wisma Negara sebelumnya sudah di-soft launching pada 2 Agustus lalu. Proyek gedung ini total sudah menelan dana Rp137 miliar lebih. Ini untuk pembangunan pagar keliling, drainase, site development dan dimulai pelaksanaan sejak 2015 lalu.
Kata Wawan, sapaan akrabnya, tambahan dana ini akan digunakan untuk pekerjaan fasilitas air bersih. Dan juga pengadaan mebel untuk gedung serbaguna itu. Sebelum nanti diserahkan ke instansi yang tepat untuk mengelolanya.
“Suplai air bersih kan belum ada. Juga kursi dan meja untuk gedung serbaguna belum ada. Anggaran tambahannya untuk itu karena gedung serbaguna nanti akan disewakan untuk tambahan PAD,” bebernya.
Wawan melanjutkan, total anggaran yang dikucurkan di APBD-P untuk proyek di Central Point of Indonesia (CoI) mencapai total Rp7 miliar lebih. Terbesar dialokasikan untuk kelanjutan proyek masjid 99 kubah.
“Dua proyek, wisma negara dan masjid 99 kubah jadi prioritas untuk dirampungkan. Gedung utama Wisma Negara sementara belum. Untuk pembangunan masjid sementara dikebut progresnya untuk tiang penyangga utama,” tuturnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar perlu membentuk UPTD khusus untuk pemeliharaan gedung. Selain itu, UPTD ini juga akan mencatat penerimaan PAD dari penyewaan gedung serbaguna Wisma Negara tersebut. Dengan Wisma Negara di CPI ini kata Syahrul menandakan pembangunan peradaban baru.
“Untuk gedung utama Wisma Negara akan diupayakan tetap akan dilanjut. Kendati APBN sulit walau sudah pernah dicanangkan Presiden SBY beberapa tahun lalu,” bebernya. (rhm)

Exit mobile version