Site icon Berita Kota Makassar

Jual Saham di Imperial, Pemprov Bangun GSPH

MAKASSAR, BKM — Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel mengelola satu unit usaha baru yakni Grand Sayang Park Hotel (GSPH). Hotel bintang tiga itu rencananya disoft launching hari ini, Senin (9/10).

Grand Sayang Park Hotel hadir setelah Pemprov Sulsel menjual sahamnya di Hotel Imperial Aryaduta. Nilai penjualan saham senilai Rp16 miliar itulah yang disulap menjadi hotel yang pertama murni dikelola Pemprov Sulsel melalui perusda secara mandiri.
Direktur Utama Perusda Sulsel Haris Hodi, rencana pembangunan hotel ini mulai dirintis 2012 lalu setelah Pemprov Sulsel melepas kepemilikan sahamnya sebesar 0,08 persen di Imperial Aryaduta yang didominasi Lippo Karawaci.
Haris meyakinkan, dibanding hotel bintang tiga lain yang ada di Makassar, GSPH punya beberapa keunggulan.
“Hanya GSPH satu-satunya hotel yang memiliki taman seluas 4,5 hektare yang berada di kawasan Maccini Sombala of Indonesia atau MoI, ” ungkap Haris, Minggu (8/10).
Selain itu, posisinya juga cukup strategis. Dekat dengan beberapa mal besar dan Pantai Losari. Namun masih ada beberapa kekurangan yang ke depan akan dilengkapi. Terutama akses jalan yang saat ini masih menggunakan fasilitas Tanjung Bunga. Hotel ini juga punya areal parkir yang cukup luas.
Hotel ini berkapasitas 100 kamar. Namun baru 40 kamar yang dioperasikan setelah soft launching.
Operasional hotel ini murni mempekerjakan 90 persen putera daerah. Khusus untuk konsultan hotel, Perusda menggunakan Laris Group dari Bandung yang selama ini memiliki performa bagus untuk hotel bintang tiga.
Soal ijin, Haris menekankan sejauh ini tidak ada masalah. Kendati masih ada beberapa yang masih berproses namun dipastikan tidak bermasalah walau soft launching.
“Soal izin ada beberapa yang masih diproses. Ada yang tertulis dan tidak. Namun untuk operasional sudah lengkap semua. Untuk soft launching sudah memenuhi suarat,” ungkapnya.
Khusus untuk ijin Amdal dan Amdal Lalin, menurut Haris, sudah tidak ada persoalan. Semua sudah diselesaikan.
Direktur Operasional Perusda, Agus Sumantri mengatakan, ke depan, peluang hotel ini untuk berkembang cukup pesat. Apalagi, GSPH menjajaki kerjasama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel yang kerap melakukan pelatihan atau training di hotel-hotel. (rhm)

Exit mobile version