LUTIM, BKM — Lembaga Adat Mokole Nuha Matano menggelar kegiatan seminar dan tudang sipulung di Bantea Lengko Olaro Tapoundau Soroako, Sabtu (7/10) kemarin.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, Wabup Irwan Bachri Syam dan Ketua DPRD, H Amran Syam. Seminar mengangkat tema “melalui tudang sipulung kita kembalikan semangat persaudaraan sebagai warisan leluhur dan personifikasi kemanunggalan (massedi siri) bagi masyarakat adat kemokolean Nuha Matano”.
Ana Tellue, Andi Masita mewakili Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Managemen PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, beberapa pimpinan OPD Luwu Timur dan masyarakat adat Kemokolean Nuha Matano turut hadir.
Mokole Nuha Matano, H Andi Baso A.M Opu To La Mattulia mengatakan, seminar dan tudang sipulung ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang nilai-nilai adat bagi 11 anak suku yang tersebar di wilayah Kemokolean Nuha Matano.
“Tudang sipulung untuk mengenalkan sejarah tapi bisa juga diarahkan untuk berbagai masalah sosial yang terjadi dimasyarakat,” tambahnya.
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan, adat istiadat merupakan bagian dari pengembangan nilai-nilai dan kultur dasar yang turut memperkokoh landasan berdirinya NKRI. Makanya, upaya pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya perlu terus dikembangkan.
“Seminar ini bukan untuk mendebatkan sejarah namun menemukan komitmen bersama menggali nilai-nilai karasteristik dan kearifan lokal yang menjadi identitas bersama.”
“Lembaga Adat harus menjadi partner pemerintah sekaligus mengambil peran diberbagai dimensi kehidupan termasuk menyelesaikan konflik sosial yang timbul dimasyarakat,” ungkapnya.
Dalam seminar dan tudang sipulung ini hadir para narasumber Prof Dr Andi Ima Kesuma, Dr Muchtar Luthfy A Mutty, Anthon Andi Pangerang, Prof Dr. HM Ahman Sya dari Dirjen Pariwisata. (alp/C).
Lembaga Adat Gelar Tudang Sipulung
