MAKASSAR, BKM– Tunrunnya Tunjangan Profesi Guru sebanyak Rp297,87 miliar lebih di APBD Perubahan 2017, ditanggapi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Menurut Danny sapaan akrab wali kota, penurunan tunjangan tersebut tidak akan mempengaruhi proses pembayaran.
“Penurunan alokasi tunjangan profesi guru ini sebagian besar dipengaruhi pada komponen belanja tidak langsung, yang awalnya direncanakan sebesar Rp452,44 miliar,” ungkapnya usai sidang paripurna DPRD Makassar, Selasa (10/10).
Lanjut Danny, alokasi tersebut diturunkan disebabkan adanya sisa anggaran tunjangan profesi guru di tahun sebelumnya yang merupakan bagian dari sisa lebih perhitungan anggaran 2016 lalu.
“Iya memang memperhitungan silpa 2016 lalu, makanya ada penurunan sebesar 48,58 persen. Sehingga alokasi ini disesuaikan, tapi ini tidak akan berefek diproses pembayarannya,” ujarnya.
Menanggapai hal itu, anggota Komisi D DPRD Makassar, Lisdayanti Sabri malah meminta bukan tunjangan profesi guru yang diturunkan, melainkan anggaran belanja pegawai yang masih tinggi.
“Harusnya yang dikurangi belanja pegawai yang sangat tinggi sebesar Rp1,04 triliun lebih, sedangkan besaran anggaran tersebut tidak sesuai dengan kerjanya,” ucapnya.
Legislator Fraksi Gerindra ini juga meminta adanya pengurangan ASN yang berperilaku pejabatisme sehingga fungsi dan tugasnya diabaikan.
“Kenapa ini menjadi usulan karena kebanyakan mereka rata-rata mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya yang banyak menghabiskan kerja di luar kantor,” tutupnya. (ita)
Wali Kota Jamin Tunjangan Profesi Guru Tidak Terlambat
