DENGAN semangat yang tinggi yang dibantu kedua tangannya, Rahman AM mengambil timbunan sampah setiap selokan di sekitar Kecamatan Makassar. Pekerjaan itu dia lakoni setiap hari.
Laporan: JUNI SEWANG
Bahkan iapun merada tidak jijik walaupun harus mengisi perut yang kosong meski tangan masih berbau sampah atau limbah selokan. “Saya tidak jijik ji, mau diapa lagi namanya pekerjaan dan tugas harus dijalankan dengan baik dan maksimal,” ujar Rahman.
Rahman pria 34 tahun itu mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pekerjaan itu selama lebih dari tujuh tahun.
Risiko pekerjaan yang tekuninya cukup tinggi. Dia kerap turun ke dalam selokan sedalam beberapa meter dan dikerubungi hewan berbau seperti kecoa dan ulat.
” Seluruh selokan atau got di Kecamatan Makassar telah saya bersihkan. Saya tidak bisa tenang jika tidak melihat selokan bersih dan tidak tersumbat oleh sampah,” katanya.
Selain menjadi petugas di Satuan Tugas Drainase Kecamatan Makassar, Rahman juga merangkap menjadi petugas Fukuda.
“Dua pekerjaanku, petugas Fukuda sama petugas drainase, gajinya juga dua. Alhamdulillah, tadinya cuma petugas fukuda saja, tapi dengan penghasilan sebagai petugas Fukuda tidak mencukupi maka saya minta sama pak Camat untuk jadi petugas drainase, ternyata di iyakan,” ungkap Rahman.
Menurut Rahman pekerjaan yang ia geluti sangat dinikmatinya, merasa pekerjaannya adalah rejeki untuk dirinya dan keluarganya.
“Tidak ada kerjaan yang berat kalau dinikmati. Hanya saja terkadang yang buat saya kesal, kalau dapat drainase yang pake penutup atau plat, pake penutup baru buntu, itu yang bikin setengah mati bikin bersih got,” keluh Rahman.
Dengan penghasilan Rp1,2 juta dari petugas drainase ditambah Rp1,7 juta dari petugas fukuda, dirinya sudah merasa lebih. Selain penghasilan yang sudah lebih dari cukup, Rahman juga berharap kepada pimpinannya agar perlengkapan untuk membantu pekerjaannya bisa lebih dilengkapi, seperti alat untuk mengangkut pecahan kaca dari got yang terkadang melukai anggota badannya.
“Alhamdulilah saat ini semua terpenuhi untuk semua kebutuhan, hanya saja berharap perlengkapan lebih dilengkapi, karena biasa dapat got yang banyak pecahan kacanya, dapat got buntu yang pake penutup jadi harus masuk kedalam ke got sepanjang yang ditutup,” keluhnya.
Saat ditanyakan apakah semua petugas juga masuk got, Rahman menyebut aksi itu biasa dilakukan.
“Kita juga sering masuk got, karena petugas kerjanya merangkap semuanya. Bersihkan got hingga pungut sampah,” tandasnya.(jun/war/b)
