Site icon Berita Kota Makassar

Humas PT Unggul Bantah Ada Pemblokiran Jalan

PASANGKAYU, BKM — Munculnya pemberitaan yang menyebutkan pihak PT Unggul Widya Tehnologi Lestari (UWTL) telah melakukan pemblokiran jalan, mendapat tanggapan serius dari Humas PT UWTL.
Melalui Humasnya, H Guntur menganggap kalau pemberitaan wartawan soal pemblokiran jalan di afdeling Baribi dan Agri Baras, Desa Balanti, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, tidak benar.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Dusun Kapohu bersenjata parang panjang memaksa karyawan perusahaan PT Unggul yang berada di pos afdeling Baribi membuka palang pemblokiran akses keluar masuk ke daerah tersebut. Pemberitaan ini pun dibantah pihak PT Unggul.
Menurutnya, pemberitaan soal jalan menuju afdeling Baribi dan Agri Selatan yang ditutup pihak perusahaan dan masyarakat menuntut untuk dibuka sambil membawa parang panjang itu tidak benar.
”Saya koordinasi dengan Kapolsek Baras (AKP Yohanis Hakim, red) bahwa saya baca di berita masyarakat yang datang kemarin membawa parang panjang. Jadi saya bilang kenapa tidak ditangkap. Nah Kapolsek mengatakan, tidak ada pak haji,” tutur H Guntur, via telepon selulernya, Jumat (13/10).
Selain itu, kata dia, dalam pemberitaan yang dibacanya, pintu menuju Baribi dan Agri Selatan telah dibuka, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak pernah dibuka. ”Bagi kawan-kawan wartawan yang kawal kejadian, jangan bohonglah,” lanjut H Guntur.
Apa yang disampaikan Humas PT Unggul, H Guntur berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Ratusan masyarakat Dusun Kapohu yang saat itu mendatangi dua pos pemblokiran jalan dan dikawal ketat pihak kepolisian Polsek Baras, berhasil melakukan negosiasi dan membuka portal pemblokiran jalan.
Selain itu, H Guntur juga menuding warga yang datang ke lokasi bukanlah warga Dusun Kapohu. Melainkan kebanyakan warga Tabiora. Padahal, disaat bersamaan Kepala Desa Kasano, Munawir, yang turun langsung ke lokasi mengatakan, pihaknya mengawal warga Dusun Kapohu agar tidak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Baras, AKP Yohanis, saat diwawancarai di lokasi kejadian mengatakan, saat ini, untuk kesepakatan awal akses jalan sudah kembali dibuka. Selanjutnya, ke dua belah pihak melalui perwakilannya masing-masing akan melakukan pertemuan, guna mencari solusi terbaik dari persoalan tersebut, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi,” ujar Kapolsek Baras, AKP Yohanis. (ala/mir/c)

Exit mobile version