Site icon Berita Kota Makassar

Kena Stroke, Disdukcapil Rekam KTP-el di Rumah Warga

GOWA, BKM — Kemudahan pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dilakukan jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa. Salah satu bentuk layanan prima yang dilakukan adalah mengunjungi rumah warga yang sakit untuk datang ke kantor dinas guna merekam KTP-el.
Pada Jumat (13/10) sekitar pukul 10.00 Wita, tim perekaman KTP-el Gowa langsung mengunjungi kediaman seorang warga Lingkungan Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa bernama Azis Dg Lewa (58), seorang buruh bangunan.
Azis Dg Lewa ini mengalami stroke dan tidak bisa bergerak, apalagi harus berjalan. Untuk mendapatkan layanan KTP-el, dia bersama isterinya mendapatkan layanan perekaman langsung di rumahnya. Tim Disdukcapil dipimpin langsung Kadis Dukcapil Gowa, H Ambo didampingi Humas Disdukcapil, Helmi Husain, dan dua tenaga perekam.
Mereka melakukan perekaman berupa scan iris mata, scan sidik jari dan foto wajah warga bersangkutan. Azis Dg Lewa bersama istrinya, Nillong Dg Kanang pun terlayani bahkan dua cucunya yang belum memiliki akte kelahiran juga memperolah layanan mudah akte lahir tersebut dan langsung diterima Nillong Dg Kanang (57).
Pelayanan 3 in 1 yang dilakukan pihak Disdukcapil ini, menurut Kadis Dukcapil Gowa, H Ambo, merupakan satu bentuk pemudahan pelayanan bagi masyarakat dalam perekaman KTP-el.
”Kita memang berupaya melakukan percepatan pelayanan perekaman kepada seluruh masyarakat Gowa. Sampai saat ini tingkat perekaman yang kami lakukan sudah mencapai 86,50 persen dari jumlah wajib KTP 563.341 jiwa. Untuk merampungkan perekaman itu, kami lakukan berbagai upaya. Termasuk kunjungan ke rumah warga yang sedang sakit parah,” jelas Ambo.
Perekaman langsung dengan kunjungan rumah ini akan terus dilakukan jika ada pelaporan masuk bahwa ada warga mengalami sakit dan tidak bisa datang ke kantor dinas untuk merekam. ”Kita akan cari lagi warga sakit yang kemungkinan ada di desa-desa terpencil khususnya di wilayah pegunungan,” jelas Ambo lagi. (sar/mir)

Exit mobile version