Site icon Berita Kota Makassar

56 Masyarakat Mamuju Terima Sertifikat Pelaut

MAMUJU, BKM — Sebanyak 56 orang masyarakat Mamuju menerima sertifikat pemberdayaan ketrampilan pelaut. Sertifikat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Artis Effendi, di sela-sela upacara bendera, Senin (16/10).
Menurut Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mamuju, Tri Ubaya, mengatakan, beberapa waktu lalu Dishub Mamuju mengutus masyarakat Mamuju untuk mengikuti pelatihan kelautan di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Pelatihan kelautan tersebut merupakan program pemerintah pusat. Dalam rangka pelatihan ini, pihaknya telah mengutus 60 orang masyarakat Mamuju. Namun ada 4 peserta yang tidak lulus tes kesehatan.
Jadi hanya 56 orang yang dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat. Mereka yang diutus dan telah lulus, kini menerima sertifikat pemberdayaan keterampilan pelaut. Masyarakat yang mengikuti pelatihan selama dua minggu di Barombong, Makassar tersebut direkrut dari kalangan masyarakat kurang mampu.
”Kami ke kecamatan mengedarkan brosur, kemudian kami seleksi juga dengan melihat latar belakang mereka. Karena program ini dikhususkan bagi msyarakat kurang mampu. Ada 60 yang kami utus, namun 4 orang tidak lulus karena buta warna. Mereka yang telah mengikuti pelatihan sudah memiliki basik kelautan. Bisa jadi nantinya kami akan membuatkan feri mini. Nah, mereka ini bisa jadi ABK,” urai Tri.
Dimomen yang sama, Artis juga menyerahkan dokumen SITU/SIUP kepada tiga orang tenaga kontrak mandiri. Menurut keterangan Kasubdit Diklat Teknis Fungsional, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mamuju, Misnawati, tenaga kontrak tersebut telah diberi pelatihan kewirausahaan, sehingga mereka punya keterampilan dan ilmu wirausaha.
Menurut Artis, ini merupakan upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Terkait sertifikat pelaut, ia berharap ilmunya dapat benar-benar diaplikasikan. Ia pun meminta Dishub untuk tetap mengontrol sejauh mana implementasinya terhadap masyarakat lain.
Sementara terkait tenaga honorer mandiri, ia berharap dokumen SITU/SIUP dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga benar-benar mandiri bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan. ”Salah satu konsen pemerintah kabupaten berdasarkan visi dan misi, serta berdasarkan program prioritas adalah pengembangan potensi lokal. Potensi lokal ini nanti mungkin bisa dipikirkan teman-teman kita tadi yang memperoleh SITU/SIUP agar bisa dijabarkan, menambah kegiatan yang sifatnya berkorelasi dengan program pemerintah daerah,” tutup Artis. (ala/mir/c)

Exit mobile version