MAKASSAR, BKM — Sebanyak 425 unit alat bantu dengar bantuan dari Kementerian Sosial dibagikan kepada penyandang disabilitas tuna rungu.
Penyerahan dilakukan langsung Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Senin (16/10) di Mal Phinisi Point. Alat bantu dengar itu diberikan ke warga Makassar dengan penerima mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia).
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pemberian alat bantu dengar tersebut merupakan langkah atau upaya berbagi kebahagiaan dengan para penyandang disabilitas.
“Agar mereka bisa tersenyum mendengarkan canda tawa dari anak-anak dan cucu mereka,” ungkap Khofifah.
Dia melanjutkan, permasalahan keterbatasan alat bantu dengar merupakan bagian dari pekerjaan rumah Kementerian Sosial di tahun-tahun mendatang.
Mensos meminta berbagai pihak bisa memberi masukan tentang program kementerian, khususnya perihal pemenuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Dijelaskan, penggunaan alat bantu bagi para penyandang disabilitas masih minim. Kementrian Sosial mencatat, dari sekitar 6,9 juta penduduk Indonesia yang diketahui penyandang disabilitas tuna rungu wicara, saat ini, hanya 9 persen yang menggunakan alat bantu.
Keterbatasan tersebut, lanjutnya, dipicu
minimnya anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Padahal alat bantu itu sangat berguna bagi mereka untuk bisa menjangkau berbagai akses khususnya fasilitas publik,” ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengucapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
Pembagian alat bantu dengar untuk masyarakat penyandang tuna rungu itu diharapkan bisa membantu penderita dalam menjalani kehidupan lebih baik, dari usia dini maupun lansia terutama membantu pendengaran. (rhm)