Site icon Berita Kota Makassar

Nilai Ekspor Impor Sulsel Turun

MAKASSAR, BKM — Perkembangan nilai ekspor Sulsel dari Agustus ke September 2017 mengalami penurunan sebesar 4,44 persen. Jika dibulan Agustus mencapai USD84,54 juta. Sedangkan dibulan September hanya USD80,78 juta. Sedangkan jika dibandingkan pencapaian dibulan September 2016, juga mengalami penurunan 26,87 persen. Dibulan September 2016, nilai ekspor Sulsel mencapai USD110,46 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Nursam Salam, kepada wartawan di kantornya, Senin (16/10), mengatakan, sama seperti bulan-bulan sebelumnya, sebagian besar ekspor Sulsel ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Vietnam dengan persentase masing-masing 76,76 persen, 12,19 persen, 3,62 persen, dan Vietnam 2,57 persen.
”Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan September 2017, yakni nikel, biji-bijian berminyak dan tanaman obat, ikan udang dan hewan tidak bertulang belakang lainnya, garam, belerang dan kapur, serta daging ikan dan hewan air lainnya yang diolah,” kata Nursam Salam.
Tidak hanya ekspor, tambah Nursam Salam, dari sisi impor antara bulan Agustus dan September 2017 juga mengalami penurunan. Nilai impor barang Provinsi Sulsel yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan dibulan September 2017 mencapai USD94,08 juta.
Jumlah ini lebih rendah 5,12 persen dibandingkan dibulan Agustus yang mencapai USD99,16 juta. Sedangkan dibandingkan September 2016 dengan September 2017 justru mengalami peningkatan sebesar 19,32 persen atau dari USD78,85 juta menjadi USD94,08 juta.
”Sebagian besar impor dibulan September 2017 didatangkan dari Spanyol, Singapura, Tiongkok, dan Australia dengan proporsi, yakni 35,27 persen, 13,72 persen, 11,08 persen, dan 4,76 persen. Adapun lima komoditi utama yang diimpor dibulan September 2017 ini, masing-masing mesin-mesin/peralatan listrik, bahan bakar mineral, gula dan kembang gula, gandum-ganduman, dan mesin-mesin/pesawat mekanik,” jelas Nursam Salam. (mir)

Exit mobile version