Site icon Berita Kota Makassar

Produk Kerajinannya Tembus Hingga Luar Negeri

PERAN pemerintah sangat vital dalam pengembangan usaha kecil. Pemerintah yang baik cenderung mengarahkan masyarakat ke berbagai relasi. Apalagi terhadap usaha yang dikembangkan secara mandiri. Dan itu telah dirasakan oleh Atiek.

LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA

KETIKA ditipu oleh pelanggannya dulu, Atiek sempat merasa bahwa usaha yang dirintisnya akan berhenti. Bahkan sampai berimbas pada keharmonisasian rumah tangganya.
Akibat mengalami kerugian sampai puluhan juta, kondisi ekonomi Atiek pun tak stabil. Sampai pada akhirnya, suaminya pun pergi meninggalkannya.
Saat itu benar-benar masa yang begitu kelam bagi Atiek. Di saat kondisi ekonominya tak karuan, ia ditinggal oleh suaminya bersama seorang anaknya. Atiek pun harus menghidupi buah hatinya itu seorang diri.
Namun, Atiek tidak ingin larut dan terlalu lama meratapi nasib. Ia tetap bersyukur dengan kondisi yang ada, dan terus selalu berpikir bahwa setiap masalah akan segera berakhir.
Atiek selalu bersyukur bahwa ia diberkati dengan kemampuan membuat kerajinan yang dimilikinya. Ia benar-benar memanfaatkan kemampuannya itu tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Atiek seolah merajut usaha dari awal kembali. Kali ini bukan hanya usaha menyewakan baju bodo. Namun lebih luas lagi mengembangkannya ke arah usaha kerajinan. Sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.
Awalnya, Atiek memang merasa sangat kesulitan mendapat pelanggan. Ditambah lagi dengan pengalaman buruknya yang pernah ditipu oleh pelanggan tetapnya sendiri.
Hari-hari awalnya ia katakan sangat kesulitan, sebelum akhirnya bergabung di bawah naungan Dinas Koperasi Kota Makassar. Ia dibimbing langsung dalam menjalankan UMKM.
Atiek merasa sangat bersyukur bisa bergabung di dalamnya. Ia banyak diberikan dorongan dari pihak pemerintah.
Di awalnya saja, ia langsung diajak untuk magang di Yogyakarta. Di sana ia diperlihatkan bagaimana cara masyarakat Yogya mengelola UMKM sendiri. Mulai dari pembuatan, strategi pengelolaan usaha, sampai kepada pemasaran.
Lama kelamaan, Atiek benar-benar bangkit. Ia pantang menyerah dengan keadaan. Sampai pada saat ini, bisa dibilang usahanya telah berkembang pesat.
Atiek kini telah memiliki lima karyawan tetap. Jika ada orderan banyak, Atiek kadang memanggil beberapa karyawan lepasnya. “Sekarang saya punya lima karyawan. Kalau dijumlah dengan karyawan lepas, semuanya 10 orang,” tuturnya.
Pemasarannya pun bukan hanya di Makassar maupun di Sulsel. Juga tak terbatas di Indonesia. Namun sudah tembus dan merambah hingga mancanegara. Malaysia, Singapura, bahkan Cina adalah berbagai negara tujuan produknya selama ini.
Ia pun berhasil menjadi seorang single parents, sekaligus seorang pengusaha yang merintis karir sedari nol.
Kini, bukan lagi Atiek yang mencari pelanggan. Melainkan pelanggan lah yang lebih banyak mencarinya. Ia pun berharap jika Atiek Collection nantinya bisa lebih dikenal luas lagi oleh seluruh masyarakat, baik di Indonesia maupun luar negeri. (*/rus/b)

Exit mobile version