Site icon Berita Kota Makassar

Idea-Phyrlab, Solusi Menutupi Kekurangan K-13

MODEL pembelajaran yang dikembangkan Afiq dianggap sangat cocok diterapkan kepada pelajar zaman sekarang. Sebab, para siswa SMA saat ini rata-rata telah mengenal teknologi. Apalagi smartphone. Sehingga sangat praktis digunakan kapan dan dimanapun.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SEJAK awal tahun 2017, Afiq melakukan penelitiannya. Selama beberapa bulan, barulah pada Juni lalu model pembelajarannya rampung. Hal ini menjadi sangat istimewa, karena dikatakan Afiq, saat pembuatannya begitu cukup rumit.
Model pembelajaran Idea-Phyrlab yang berbasis virtual laboratory pada materi persamaan gas ideal dikembangkan dengan tiga tahap. Yaitu tahap analisis, perencanaan, dan pengembangan. Pada tahap pengembangan dalam membuat animasinya inilah, yang diakui Afiq terasa amat rumit.
Dalam animasi tersebut ada data-data yang menggambarkan bagaimana pengaruh tekanan terhadap volume dalam persamaan gas ideal. Bila volume dinaikkan, bagaimana tekanannya. Sebaliknya, kalau volume dirunkan, bagaimana tekanannya.
“Kesulitannya ada pada saat modifikasi dengan macromedia flash. Kan ada beberapa scrip di dalamnya itu. Ccrip untuk macromedia. Jika suaranya dinyalakan, scrip apa yang digunakan. Jika warnanya berubah, scrip apa yang digunakan. Di situ bagian sulitnya,” jelas Afiq.
Tujuan utama media pembelajaran ini, menurut Afiq, untuk mempermudah siswa dalam memahami materi. Begitu pula dengan pengembangannya. Dengan menggunakan model pembelajaran ini, siswa tak butuh waktu lama untuk bisa memahami materi yang ada.
Selain itu, tujuannya juga untuk menutupi kekurangan dari Kurikulum 2013 (K-13). ”Kami merasa ada kekurangan dalam K-13. Nah, media ini solusinya. Bantuan animasi yang membawa konsep visualisasi, supaya siswa bisa lebih paham dan kekurangan dari K-13 bisa lebih ditutupi,” kata Afiq.
Media pembelajaran ini sendiri telah diujicoba di tiga sekolah di Makassar. Masing-masing SMAN 1, SMAN 17 dan SMA Islam Athirah Kajaolalido. Tanggapannya pun sangat positif. Siswa beranggapan jika media pembelajaran ini sangat efektif dalam proses memahami materi. Bahkan pihak SMA Islam Athirah sendiri telah mengajukan permohonan agar media ini bisa diterapkan di sekolah tersebut secara reguler.
Afiq dan timnya pun saat ini telah mendapat LoA untuk bisa tampil di International Conference of Education and Technologi (ICEdu Tech) pada November nanti. ICEdu Tech sendiri adalah konferensi internasional yang akan diadakan tahun ini di Balikpapan.
Universitas Mulawarman yang akan menjadi tuan rumah bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang, Universitas Muslim Indonesia, dan Universitas Sabah Malaysia untuk menggelar konferensi ini. Luarannya even ini nantinya adalah prosiding yang terindeks ISI Thomson Routers. Thomson Routers merupakan badan pengindeks yang telah terpercaya secara internasional.
Di akhir pembicaraan, Afiq menyampaikan harapannya. Ia ingin media pembelajarannya bisa diaplikasikan di semua sekolah. “Saya berharap bisa diterapkan untuk membantu proses belajar mengajar,” kuncinya. (*/rus/b)

Exit mobile version