Site icon Berita Kota Makassar

Paket Ilhamsyah Mattalatta-Bro Rivai Menguat

MAKASSAR, BKM–Poros tengah di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel semakin terbuka. Sedikitnya dia partai berpotensi menggagas koalisi yakni Partai Demokrat dan Partai Hanura.
Baik Demokrat dan Hanura semakin mengintensifkan komunikasi tentang peluang menjajaki koalisi. Tak hanya itu, baik Demokrat maupun Hanura tengah menawarkan figur baru di luar tokoh yang muncul di bursa calon gubernur saat ini.
Sejak awal Hanura telah mematok kadernya yakni Andi Ilhamsyah Mattalatta untuk bertarung di Pilgub, sementara Partai Demokrat telah memberi isyarat kepada Abd Rivai Ras untuk bersama partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Wakil Ketua Bidang Organisasi Hanura Sulsel, Imbar Ismail menyatakan bila Andi Ille-panggilan akrab Ilhamsyah Mattalatta kemungkinan besar maju sebagai calon gubernur. “Meski demikian semuanya tergantung partai koalisi dan restu ketua umum DPP Hanura Oesman Sapta Oddang,”ujar Imbar Ismail, Rabu (18/10). Imbar tidak menampik akan bersatunya Andi Ille dengan Bro Rivai di Pilgub nanti, sebab peluangnya masih terbuka lebar.”Bisa saja nantinya Pak Andi Ilhamsyah calon gubernur, kemudian Abdul Rivai Ras di posisi wakil. Kan tinggal kesepakatan saja,”terang legislator Hanura Sulsel dua periode ini.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, OSO yang juga sangat merespon dibangunnya poros baru di Pilgub Sulsel.
Meski demikian, Ni’matullah yang juga wakil ketua DPRD Sulsel mengemukakan bila komunikasi keduanya belum sampai pada penentuan bakal calon yang akan diajukan.
Dosen politik Unhas Dr Adi Suryadi Culla menilai munculnya gagasan Partai Demokrat dan Hanura untuk membentuk poros baru tentunya dilatarbelakangi alasan yang rasional. Apalagi kedua partai ini jika bergabung mampu mencukupkan syarat mengusung kandidat yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 17 kursi. “Tentunya kedua partai politik ini punya alasan rasional sehingga mendorong poros baru nantinya. Kan Demokrat 11 kursi dan Hanura 6 kursi. Tentu itu cukup mengusung kandidat,”terang Adi, kemarin.
Selain itu, lanjut Adi, nampaknya keinginan mengusung figur baru bakal sulit terealisasi di antara kekuatan kandidat yang sudah ada. Yakni Nurdin Halid, Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Abdullah, dan Agus Arifin Nu’mang.
“Saya pikir ini yang akan menjadi problem poros baru. Mereka sudah memenuhi syarat formal, tapi sulit untuk mencari figur yang potensial. Nah, apakah itu bisa dilanjutkan atau tidak, tergantung figur yang diusung,” tutup Adi.
Dosen politik Unismuh Makassar Dr Andi Luhur M Prianto juga mengapresiasi rencana Demokrat dan Hanura bangun poros baru. “Saya kira Demokrat dan juga Hanura masih berpeluang membangun koalisi baru. Tentu partai ini akan memprioritaskan kader untuk format koalisi mereka akan bangun. Tidak mudah, rivalitas internal partai tentu juga sangat kompetitif,”ujar Luhur. (rif)

Exit mobile version