MAKASSAR, BKM — Puncak perayaan Hari Jadi ke-348 Sulsel digelar di Kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI), Kamis (19/10).
Bertindak selaku inspektur upacara (irup) adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Sedikitnya 2.500 tamu undangan hadir di acara ini.
Seremonial besar di pengujung masa jabatan Syahrul berlangsung mulus dan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi pasangan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) maupun para tetamu. Mereka yang datang mengenakan pakaian adat.
Peringatan Hari Jadi Sulsel tahun ini mengusung tema; Dengan Hari Ulang Tahun ke-348, Sulawesi Selatan Mengokohkan Diri Menjadi Provinsi yang Maju, Mandiri, Modern dalam Kebersamaan.
Gubernur Sulsel mengatakan, tema tersebut mempertegas sekaligus memperteguh komitmen bersama, bahwa sinergi dan kebersamaan merupakan kunci utama keberhasilan. Selain itu, menunjukkan keberadaan Sulsel sebagai pilar utama pembangunan nasional.
SYL mengatakan, keberhasilan Sulsel yang diraih selama ini bukan semata karena kerja gubernur serta wakil gubernur. Dia menyebut naif jika dia mengklaim sendiri.
“Terima kasih untuk Forkopimda, TNI dan kepolisian yang telah bekerja keras mewujudkan ketentraman, ketertiban dan keteraturan sehingga aktifitas ekonomi dan sosial budaya berlangsung progresif,” ujarnya.
Dengan sisa jabatan sekitar enam bulan lagi, Syahrul berharap apa yang dilakukannya bersama wakilnya Agus Arifin Nu’mang bisa tetap dilanjutkan. “Yang berganti hanya Syahrul. Gubernurnya akan tetap ada,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Syahrul memaparkan kemajuan yang telah diraih Sulsel. Pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir di atas 7,4 persen. Pengangguran terbuka turun pada Februari 2017 menjadi 4,77 persen. Lebih rendah dari nasional 5,53 persen. APBD Sulsel 2008 sebesar Rp2,39 triliun, sementara saat ini Rp9,14 truliun.
Syahrul melanjutkan, Sulawesi Selatan semakin mandiri dengan over stok beras 2,4 juta ton yang mensuplai kebutuhan beras 17 provinsi. Rumput laut mencapai 3,40 juta ton, setara dengan Rp3,9 triliun. Populasi sapi telah mencapai 1,4 juta ekor, sedangkan populasi tahun 2008 mencapai 703 ekor.
Di bidang infrastruktur, banyak yang telah dilakukan. Jalan-jalan baru dibangun, seperti underpass, middle ring road, bypass Mamminasata, Perintis-Sutami, dan masih banyak lagi.
“Saat ini Sulsel sudah memiliki konektivitas laut, udara dan darat. Kita punya akselerasi yang cukup bagus selama 10 tahun terakhir berkat kebersamaan kita semua dengan kekuatan filosofi budaya lokal kita,” katanya.
Menurut Syahrul, sengaja dilaksanakan di kawasan CoI untuk menunjukkan, ada yang bisa dipersembahkan bagi masyarakat Sulsel. CoI adalah milik seluruh masyarakat.
“Lokasi ini semula adalah tanah tumbuh yang diperluas dengan reklamasi oleh pihak ketiga yang direncanakan 157 hektare. 57 hektare akan diserahkan kembali ke Pemprov Sulsel,” ungkapnya.
Di HUT Sulsel, ada sejumlah proyek yang digroundbreaking. Diantaranya, jalan tol layang dalam kota dan rumah sakit standar internasional di kawasan CoI.
“Saya sudah melakukan pembicaraan dengan Ikrar Taruna dari Nasional Health University California terkait rencana pembangunan Geriactric Hospital atau rumah sakit khusus orang lanjut usia,” ujarnya.
Sulawesi disebutkan semakin modern dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap berkapasitas 75 megawatt.
Di puncak HUT ke-348 Sulsel, Syahrul juga mencanangkan sejumlah proyek. Diantaranya RS internasional lanjut usia dan coral center di kawasan CoI. Rumah sakit ini diklaim sebagai pelopor dunia.
Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulsel Jumras, mengatakan RS internasional lanjut usia dan coral center dibangun satu gedung melebar. “Lokasi pembangunannya tepat di kepala garuda sesuai masterplan,” ungkapnya.
Sesuai desain bangunan, RS internasional berada di sisi kanan sementara coral center berada di sisi kanan gedung. Satu gedung ini akan dibangun 7 lantai dengan total luas lantai mencapai 8.500 meter persegi. “Perkiraan pembangunannya butuh dana Rp55,25 miliar,” rincinya.
Kata Jumras, coral center ini akan menjadi pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kemudian di lantai tertinggi akan dilengkapi perpustakaan modern, taman dan akuarium raksasa. Sementara RS internasional akan dikhususkan untuk merawat pasien lanjut usia (lansia).
“Sebenarnya tidak hanya merawat, tetapi juga melakukan tindakan proaktif pencegahan komplikasi pada pasien lansia dan sebagainya,” sebutnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan RS ini akan jadi fasilitas pelengkap retire city atau kota pensiunan. Butuh lahan di atas 20 hektare.
Selain RS, ada mal dan sebagainya. Jadi lokasi nyaman buat para mantan pejabat. Termasuk pejabat dunia atapun mantan presiden. “Ada World Bank siap danai,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk biaya pembangunan RS tersebut sepenuhnya akan menggunakan investor. Tidak akan membebani APBD dan APBN. (rhm/rus)
Di Sisa Jabatan, SYL Bangun RS Internasional Lansia
