MAKALE, BKM — Studi banding ke Bali, Surabaya dan Lombok dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) menuai reaksi dari sejumlah pihak terutama Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi.
Kepada BKM Kamis (19/10) Welem menjelaskan, baru Keplem Tana Toraja di Indonesia yang menggunakan ADD untuk studi banding.
Karena itu 159 Kepala Lembang di Tana Toraja hendaknya hati-hati menggunakan ADD dan DD sebab peruntukannya hanya untukl pembanguan inftastruktur lembang (desa).
”Bisa dibayangkan begitu pesatnya perubahan penataan jalan dan lorong setiap lembang jika anggaran tersebut dimanfaatkan dengan baik,” jelas Welem.
Anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap kecamatan baik peningkatan mapupun perintisan jalan, tinggal menjadi penghubung koneksitas jalan antar kecamatan dan lembang.
Namun dengan adanya kebijakan para kepala Lembang puluhan juta diposkan untuk studi banding, para kepala lembang perlu waspada dan hati-hati.
Apalagi pihak Kejari Toraja sudah memperingatkan ADD bukan diperuntukkan studi banding perlu diwaspadai. Pengelola ADD dan DD hendaknya jangan keluar dari aturan.
”Jangan coba-coba terjebak dengan analogi sendiri, lebih baik perbanyak rabat lorong dusun dan kampung atau jalan tani, atau prasarana lainnya,” jelas Welem. (gus/C).
Studi Banding Kades Menuai Sorotan
