MAKASSAR, BKM–Aksi pembangkangan atau melawan keputusan partai tak hanya terjadi pada elit Partai Amanat Nasional (PAN) namun sebelumnya juga terjadi pada sejumlah elit Partai Golkar, Nasdem serta Demokrat. Pada deklarasi pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-SS) di Lapangan Karebosi, Minggu (22/10) elit PAN tidak terlihat, namun yang nampak yakni mantan Ketua DPD PAN Makassar H Busrah Abdullah.
Pengurus PAN Sulsel dan Makassar tidak terlihat, padahal Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan telah menerbitkan rekomendasi ke pasangan NA-SS, namun jajaran pengurus dan kader tetap solid ke barisan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).
PAN Sulsel dan Makassar keukuh mempertahankan komitmen serta keputusan partainya sejak awal yakni mendukung IYL-Cakka di Pilgub Sulsel. “Bagi kami di PAN Makassar sekali IYL-Cakka tetap IYL-Cakka. Dukungan kami tidak akan luntur terhadap pasangan yang dikenal Mr Komitmen ini,”ujar Ketua DPD PAN Makassar Hamzah Hamid, Minggu (22/10).
Legislator PAN Makassar dua periode ini menegaskan, jati diri partai adalah komitmen awal. Karenanya, PAN Makassar bersama DPD PAN se-Sulsel lainnya, sudak komitmen apapun keputusan resmi partai di pusat, pihaknya tidak akan menghianati IYL-Cakka yang bisa dipegang komitmennya dan tidak suka plin plan. “Saya masih komitmen ke Pak Ichsan dan Cakka. Bukan cuma PAN Makassar, tapi juga DPW dan DPD PAN di 24 Kabupaten/Kota. Saya tidak akan hadir, karena memang ada agenda yang sudah terjadwal sebelumnya,” tambah Hamzah.
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi yang ingin dikonfirmasi soal ketidakhadiran para elit PAN Sulsel tak berhasil memberikan tanggapan.
Sementara itu saat deklarasi, NA-SS saling memperlihatkan kemesraan dihadapan belasan ribu massa. NA-SS mengajak masyarakat Sulsel untuk mengikuti kontestasi Pilgub tanpa saling menyerang dengan kandidat lainnya. “Mari kita menyambut kontestasi ini dengan tidak saling menjelek-jelekkan kandidat lain. Sebagai orang kampus, saya berharap Pilkada Sulsel dipenuhi ide-ide cerdas serta diisi dengan proses diskursus dan pembelajaran politik demi meningkatkan bobot perpolitikan di Sulsel,”ujar NA.
Bupati Bantaeng dua periode tersebut mengajak pendukungnya untuk bertindak santun dalam memberikan dukungannya. “Tunjukkan bahwa pendukung Professor Andalan berbeda dengan pendukung kandidat lainnya. Jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak jelas. Hanya kesabaran dan keyakinan yang akan mengantarkan kita pada kemenangan,” tuturnya.
Sementara itu, SS mengaku bangga bisa mendampingi NA jelang Pilgub nanti. “Sebuah kehormatan besar buat saya mendampingi sosok Pak NA. Biarlah saya jadi yang terdepan mewakili pemuda, tapi akan ada 1000 pemuda lainnya yang akan berkeja untuk kemaslahatan umat. Biarlah saya yang membuka dan saya tidak peduli hasilnya,”katanya.
Lebih lanjut SS mengaku bahwa duetnya dengan NA merupakan perpaduan yang ideal. “Beliau adalah decision maker dan pemangku keputusan dan saya adakah eksekutor. Saya terpanggil sebulan yang lalu, banyak yang meragukan kemampuan saya tapi biarlah waktu yang membuktikan. Ini bukan kompetisi tapi pengabdian, disini tidak ada ambisi,” pungkasnya.(rif)
Kader PAN se Sulsel ‘Membangkang’
