MAKASSAR, BKM — Panitia pemilihan rektor Unhas periode 2018-2022 mengugurkan satu orang pendaftar dari bursa bakal calon. Dosen Program Studi Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Nurzengky Ibrahim,MM yang mendaftarkan dirinya melalui online disebutkan tidak memenuhi persyaratan.
”Dari proses assesment awal, Dr Nurzengky Ibrahim,MM dinyatakan tidak memenuhi persyaratan minimal, yaitu memiliki pangkat akademik paling rendah lektor kepala. Pangkat dia sekarang adalah lektor,” ungkap Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas Ishaq Rahman, Minggu (22/10).
Dengan gugurnya Nurzengky, saat ini tersisa enam pendaftar yang akan diproses oleh panitia pilrek. Menurut rencana, Majelis Wali Amanat (MWA) akan mengesahkan bakal calon rektor pada tanggal 25 Oktober mendatang.
Dari hasil seleksi yang dilakukan, terjaring lima orang kandidat dari internal Unhas dan satu dari luar. Lima orang dari Unhas masing-masing Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu,MA Guru Besar Sosiologi Unhas yang juga rektor Unhas saat ini.
Prof Dr Ir Abrar Saleng,SH.MH Guru Besar Ilmu Hukum Unhas yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Professor Unhas. Prof Dr Muhammad Yunus Zain,SE.MA Guru Besar Ilmu Ekonomi Unhas, mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.
Calon lain, Dr Eng Ir Muhammad Ramli,MT adalah dosen Fakultas Teknik Unhas yang saat ini menjabat Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik Unhas. Prof Dr H Hamka Naping,MA Guru Besar Antropologi Unhas, kini menjabat Wakil Dekan II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya Sekolah Pascasarjana Unhas.
Sementara kandidat eksternal yang telah memasukan berkas pendaftaran adalah Dr Muhammad Ikram Idrus,SE.MS. Ia adalah dosen Kopertis IX Sulawesi.
Ikram Idrus menjelaskan alasannya untuk maju dalam bursa calon rektor Unhas. “Saya memberanikan diri mendaftar menjadi calon rektor Unhas, karena saya mempunyai niat untuk mewujudkan Unhas yang sehat dan terpandang, baik di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya. (ita/rus)
Panitia Pilrek Unhas Gugurkan Dosen UNJ
