Site icon Berita Kota Makassar

PIP Makassar Berperan Penting Wujudkan Tol Laut

ADA banyak pihak yang mesti terlibat dalam mewujudkan tol laut pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satunya adalah lembaga pendidikan dan latihan kemaritiman.
H Irwan,SH,MPd,MMar.E yang kini menjabat sebagai Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar memiliki peran penting dalam upaya menciptakan tenaga handal di bidang maritim itu. Selama ini, H Irwan dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner dan tegas dalam menggerakkan roda kegiatan penyelenggaraan diklat yang memenuhi standar nasional dan internasional.
Dalam perjalanan karirinya, ia telah memimpin dua unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan. Kedua UPT tersebut berlokasi di Kota Makassar.
Sejak pertengahan tahun 2017, Irwan mendapat kepercayaan menjadi Direktur PIP Makassar. Sebelumnya, ia memimpin Balai Pendidikan dan Pelatihan Imu Pelayaran (BP2IP) Barombong.
Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) PIP Makassar dalam rangka penyelenggaraan diklat kepelautan yang mengacu regulasi internasional, serta Standard Certification and Training for Watchkeeping Seafarer (SCTW) 2010 sebagai produk hukum dari Internasional Maritim Organization (IMO). Indonesia merupakan salah satu negara anggota IMO.
IMO adalah badan maritim dunia di bawah organisasi Persatuan Bangsa-banga (PBB) yang bertujuan menghasilkan sumber daya manusia moda transportasi laut untuk pelayaran domestik dan internasional yang handal dan profesional. Memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima. Menghadirkan pelayanan jasa transportasi laut yang aman, selamat, efektif dan efisien serta nyaman bagi pengguna jasa.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara, 80 persen dipengaruhi ketersediaan sarana dan prasarana moda angkutan laut, perdagangan antarpulau sehingga Indonesia disebut sebagai negara maritim. Melayani konektiviti lebih dari 17.000 pulau di Indonesia dengan luas perairan 5,8 juta kilometer persegi, serta pelayanan interkoneksi antardaerah dan antarnegara.
PIP Makassar memiliki peran dalam mendukung program tol laut pemerintahan Jokowi-JK untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Khususnya dalam penyediaan SDM pelayaran bidang angkutan perairan, kepelabuhanan, keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim sesuai UU Pelayaran nomor 17 tahun 2008.
PIP Makassar sebagai salah satu UPT Diklat Kemenhub kini dipimpin H Irwan, telah eksis sejak tahun 1921. Hadir sebelum Proklamasi Kemerdekaan yang didirikan pemerintah Hindia Belanda. Sejak tahun 1946 di bawah naungan Dephub RI dengan nama sekolah Opleeding Schevaart School.
Di tahun 1950 berubah menjadi Sekolah Latihan Penyeberangan Lintas Sulawesi (SPLS). Tahun 1968 berganti menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Makassar (SPMM).
Tahun 1986 berubah menjadi Balai Diklat Pelayaran Ujung Pandang (BPLP-UP) dengan jenjang pendidikan diploma III atau strata A.Di tahun 1996 hingga kini menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar) dengan jenjang pendidikan diploma IV.
PIP telah menghasilkan lulusan perwira dari program pembentukan/reguler ijazah kompetensi pelaut tingkat IV, III, II dan I. Prodi nautika bagi calon mualim/nakhoda kapal, prodi teknika untuk calon masinis kapal serta prodi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan untuk calon administrator dan manajer pengelola kepelabuhanan, serta shipping bussines yang kini telah mencetak 10.000 orang tenaga profesional.
Program peningkatan pelaut non reguler, diklat keterampilan telah mencetak puluhan ribu tenaga profesional. Lulusan PIP Makassar tahun 2016 tersebar di berbagai bidang birokrasi/pemerintahan di sektor tranportasi. Utamanya Kemenhub, dosen profesi, instansi bea cukai, TNI, polri, BUMN bidang pelayaran serta swasta baik sebagai surveyor, pengusaha angkutan laut, pengawakan, agency pelayaran, dan sebagainya pada sektor industri maritim, baik domestik maupun internasional.
”Diharapkan dari PIP Makassar, pelaut indonesia bisa mendunia,” ujar H Irwan.
PIP Makassar baru saja memperingati dies natalis ke-96. Atas arahan H Irwan selaku Direktur PIP Makassar yang juga putra Bugis Makassar, PIP Makassar menyelenggarakan berbagai pertandingan antarsekolah transportasi se-Kota Makassar berupa seni, futsal, bola voli, sepak takraw, catur, tarik tambang, fotografi, english debate competition, pemilihan duta taruna dan taruni PIP Makassar.
Juga pertandingan olahraga antardharmawanita sekolah transportasi se Kota Makassar. Ada pula makan “guyub” di atas daun pisang bersama civitas akademika dengan jumlah 3.000 orang, dan berhasil meraih rekor prestasi indonesia dunia (LEPRID) yang diserahkan Direktur LEPRID Paulus Pangka,SH kepada Direktur PIP Makassar disaksikan Kepala BPSDM Perhubungan DR Ir Joko Sasono,MSi.
Kemudian dilanjutkan kegiatan donor darah yang diikuti 1.000 orang dan kuliah umum Kepala BPSDMP di ruang Theater III Kampus II PIP Salodong . Juga dimeriahkan dengan Kirab Bumi Seram diikuti 3.000 orang.
Di usianya yang ke-96, PIP Makassar dituntut untuk berbenah diri dan melakukan inovasi serta pengembangan secara berkesinambungan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan informasi. Khususnya di sektor perkapalan dan industri pelayaran. (ila)

Exit mobile version