MAKALE, BKM — Dewan memberikan dukungan penuh kepada Pemkab untuk mengembangkan kawasan wisata di daerahnya. Salah satunya adalah kawasan wisata Pa’baladoan yang jaraknya kurang lebih 52 km dari Kota Makale.
Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi didampingi Camat Masanda MT Rerung, Sabtu (21/10) menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat untuk menjadikan kawasan wisata Pa’baladoan sebagai objek wisata baru setelah Ollon di Kecamatan Bonggakaradeng.
Disela-sela pertemuan, Welem Sambolangi kepada BKM menjelaskan DPRD selalu siap mendukung program strategis Pemkab. Apalagi namanya pengembangan kawasan wisata seperti Pa’balodoan sebelumnya merupakan tanah ulayat adat Tabang-Masanda-Sesesalu.
Karena itu, lanjut Welem, setelah kawasan wisata Pa’baladoan dikembangkan Pemda tidak boleh ada oknum atau masyarakat mengklaim sebagai miliknya. Menarik dari Pa’balodoan karena sebagai tiga sisi emas perbatasan Lembang Belau, Sese’salu dan Tabang.
Tidak kalah menariknya sebab diatas ketinggian sejauh mata memandang melihat areal persawahan begitu indah dan hutan pinus kerap melambai ditengah derunya angin.
Tokoh pemuda Marten Tobulawan sangat setuju kawasan ini menjadi obyek wisata baru.
Pasalnya, daerah memiliki kawasan pariwisata berdampak kepada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyakat.
Tokoh masyarakat Daniel Gayang Ma’dika, Pa’balodoan mengakui lokasi membunyikan gendang jika ada tokoh adat atau pemuka masyakarakat yang meninggal.
Hanya saja tidak semua orang dibunyikan gendang (Pa’baladoan) bila meninggal sebab ada syaratnya yang dipesta (aluk) dengan memotong kerbau sebanyak 24 ekor.
Untuk itu, lanjut Daniel, biar orang kekayaannya luar biasa, namun tidak masuk dalam kasta to puang, tidak akan dibunyikan gendang (Pa’baladoan).
Kawasan Pa’baladoan dihibahkan masyarakat kurang lebih 10 hekta, dan untuk menambah daya tarik kawasan sebaiknya Pemkab membangun simbol baru bagi umat Kristiani. (gus/C).