Site icon Berita Kota Makassar

Disnaker Usul Tiga Kali Anggaran Job Fair di APBD-P

MAKASSAR, BKM– Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyepakati penambahan anggaran job fair di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar.

Anggaran tersebut disetujui karena jumlah pencari kerja di Makassar di sepanjang tahun ini terus meningkat. Sehingga Badan Anggaran (Banggar) menyepakati kenaikan anggaran Disnaker yang sebelumnya hanya dua kali Job fair kini menjadi tiga kali dengan anggaran Rp780 juta.
Koordinator Banggar DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti menyatakan, memang ada penambahan anggaran di Disnaker menginggat jumlah pencari kerja di Makassar ikut naik. ” Memang benar Disnaker mengusulkan penambahan kegiatan job fair, tapi keputusannya baru kita akan bahas tanggal 26 setelah kunker dewan. Wajar sih memang diadakan tiga kali karena memang peminat job fair sangat banyak,” ungkapnya saat di gedung DPRD Makassar, Selasa (24/10).
Wakil Ketua DPRD Makassar ini juga menuturkan penambahan anggaran untuk kegiatan ini juga salah satu cara mengurangi jumlah pengangguran di Kota Makassar. ditambah permintaan kepengurusan Kartu Pencari Kerja (AK-1) juga ikut meningkat.
“Finalnya belum karena kita baru akan paripurna tanggal 27 bulan ini. Disnaker kemarin bilang ada peningkatan pengurusam AK1 ini berarti banyak warga kota makassar sedang mencari pekerjaan,” katanya.
Sebelumnya Disnaker mencatat adanya peningkatan permintaan kepengurusan Kartu Pencari Kerja (AK-1) atau yang biasa disebut Kartu Kuning saat rapat di gedung DPRD makassar. Oleh sebebnya itu, ia mengusulkan ada penambahan kegiatan job fair menjadi tiga kali.
Sementara itu, Kepala Disnaker Makassar, Irwan Bangsawan menjelaskan, peningkatan tersebut, terjadi mulai Juli sampai Oktober ini, yakni mencapai 985 pemohon. Ditambah jumlah penagguran masoh mencapai 42 persen di Kota Makassar.
Setiap kita adakan Job fair pasti membludak pendaftarnya, makanya kita tambah tiga kali yang namanya Manjarong. Jumlah pemohon Kartu AK-1 sejak Juli sampai hari ini meningkat. Jadi sepanjang tahun 2017 totalnya sudah mencapai 2.579 oang pemohon,” terangnya.
Irwan menambahkan, jumlah tersebut membuktikan tingginya antusias warga Makassar dalam mencari pekerjaan. Salah satu indikator peningkatan jumlah pemohon Kartu Kuning tak lain karena adanya pembukaan calon pegawai negeri (CPNS) di lingkup pemerintahan daerah.
“Pemohon mengajukan lamaran menjadi CPNS, jadi salah satu alasan peningkatan jumlahnya memang karena adanya pendaftaran CPNS itu,” ucapnya.
Guna memaksimalkan pelayanan Kartu Kuning, pihaknya melakukan sejumlah upaya salah satunya dengan penambahan loket pelayanan. “Kita sediakan loket tambahan agar tidak terjadi penumpukan antrian,”tutupnya. (ita)

Exit mobile version