Site icon Berita Kota Makassar

Ubah Sapiria dari Kampung Narkoba Jadi Kampung Aman

MAKASSAR, BKM — Sapiria yang terletak di Jalan Pannampu, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo telah lama lekat dengan sebutan kampung narkoba. Transaksi barang haram intens berlangsung di wilayah ini.
Tak lagi bisa dihitung penggerebekan yang dilakukan polisi. Begitu pula dengan orang-orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sudah tak terhitung jumlahnya diciduk dari lokasi ini.
Akankah situasi itu dibiarkan terus berlangsung? Padahal sudah banyak korban, baik pengguna maupun pengedar yang masuk dalam lingkaran narkoba dari Sapiria.
Persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Tahun 2018 mendatang, Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto telah mengagendakan untuk mencanangkan program guna mengubah imej buruk tentang Sapiria.
Hanya saja, untuk menghadirkan program yang tepat dan berguna, harus lebih dulu dilakukan kajian. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Pemkot Makassar diminta aktif turun mencari akar persoalan yang ada di tengah masyarakat Kampung Sapiria.
Kepada BKM, wali kota yang biasa disapa Danny itu menyebut, telah lama Kampung Sapiria masuk dalam prioritas dan perhatian pemkot. Tujuannya agar semua masalah ataupun persoalan yang ada di sana dapat segera diselesaikan.
Menurut Danny, pihaknya telah lama membuat program Kampung Aman dengan sasaran utamanya Kampung Sapiria. Untuk saat ini masih dalam tahap identifikasi masalah besar yang ada.
“Kita sebenarnya sudah punya program kampung aman. Tapi untuk sementara ini kami masih identifikasi dulu masalah-masalah yang ada. Harus ada pembinaan khusus, karena narkoba selalu punya hubungan signifikan dengan kekumuhan,” jelas Danny.
Penguatan organisasi, termasuk ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT-RW) di Makassar diharapkan dapat membantu pelaksanaan program. Selain itu, OPD juga diminta lebih aktif menjalankan program tersebut dan menciptakan sinergitas.
“2018 kita buatkan program untuk Kampung Sapiria dengan melibatkan semua elemen masyarakat, khususnya ketua RT dan RW. Kalau OPD semuanya bisa masuk, seperti Dinas Sosial, DPPA Kota Makassar hingga Kesbangpol,” tandas Danny.
Pemerintah Kelurahan Lembo mengklaim telah melakukan berbagai kegiatan yang difokuskan di wilayah Sapiria. Diantaranya sosialisasi ketertiban dan keamanan, aksi sosial hingga kegiatan ketenagakerjaan.
”Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengubah imej Sapiria sebagai kampung narkoba. Mulai dari soalisasi ketertiban dan keamanan, sosial, ketenagakerjaan dan penataan kawasan kumuh,” ujar Lurah Lembo Muhammad Ansar, kemarin.
Untuk ketenagakerjaan, OPD terkait telah melakukan pelatihan bagi anak muda di Sapiria. Mereka dilibatkan dalam kursus sablon serta pelatihan pembuatan keripik bayam bagi ibu-ibu.
Selain sosialisasi dan pelatihan, pemerintah setempat juga melakukan upaya perbaikan infrastruktur di Kampung Sapiria. Dinas Pekerjaan Umum bekerja sama Badan Keswadayaan Masyarakat (BNM) telah memperbaiki drainase dan jalan.
Ansar berharap, apa yang dilakukan saat ini bisa mengubah Sapiria dari kampung narkoba menjadi kampung pelangi yang penuh warna warni.
Legislator Makassar bersepakat bahwa untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, khususnya di Kampung Sapiria perlu keterlibatan semua stakeholder.
Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari Paramastuti menegaskan, Sapiria yang sudah dikenal dengan sebutan kampung narkoba memang perlu mendapat perhatian serius. Semua pihak yang terkait harus bekerja sama dan turun membenahi wilayah tersebut agar bisa keluar dari imej buruknya.
”Memang bukan hal mudah untuk melakukannya. Tapi itu mesti dilaksanakan. Pemkot harus melibatkan pihak lain untuk membantu. Masyarakat, aparat keamanan dan semuanya libatkan. Dengan begitu, persoalan di Sapiria bisa teratasi,” kata Indira, kemarin.
Jika dilakukan pembiaran, menurut srikandi legislatif Makassar ini, akan berdampak dan merusak generasai bangsa. Terutama pemuda Kota Makassar “Generasi muda itu aset bangsa yang perlu kita jaga dari narkoba. Narkoba akan merusak generasi kita. Ini tidak bisa dibiarkan,” tandasnya.
Ketua Komisi A DPRD Makassar Abdi Asmara, mengatakan peran masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan oleh pihak kepolisian dalam menyelesaikan praktik penyalahgunaan narkoba di Kampung Sapiria.
“Belajar dari kasus kemarin yang bagitu banyak terlibat. Mustahil akan hilang itu kampung narkoba jika hanya polisi yang bergerak. Warga dan pemerintah harus ikut bertindak. Entah itu melakukan pembinaan atau pembenahan,” jelasnya di gedung dewan, Selasa (24/10).
Ketua Fraksi Demokrat ini juga menuturkan, peredaran narokoba yang cukup terorganisir di Kampung Sapiria sudah cukup lama terjadi. Salah satu yang perlu dan mendesak dilakukan adalah pembenahan pemukiman baru di kawasan tersebut.
“Pemkot harus serius menanganinya. Saya sarankan agar lokasi kampung Sapiria dalam itu dibangun ulang semua rumah yang ada di sana, agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” imbuhnya. (arf-ita-jun/rus)

Exit mobile version