MAKASSAR, BKM — Kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar, 27 Juni 2018 mendatang semakin mengerucutkan pada dua pasangan calon yang akan bertarung. Yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi akan menantang sang petahana Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto yang akan berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti.
Appi –panggilan akrab Munafri Arifuddin– berpeluang diusung Partai Golkar. Sementara Cicu, sapaan karib Andi Rachmatika Dewi telah mendapat rekomendasi dari Partai Nasdem.
Tak hanya itu, sejumlah partai lain kemungkinan akan bergabung dalam pasangan ini yakni Gerindra, Hanura, PBB serta Demokrat. Termasuk PKS, yang belakangan memperlihatkan kekecewaannya kepada Danny yang ngotot menggandeng Indira sebagai wakil.
Adapun Danny sudah memastikan dukungan dari PAN, PPP, PDIP dan PKPI.
Appi yang dimintai komentarnya soal peluangnya melawan Danny, mengaku sangat siap. “Saya sangat siap untuk berhadapan dengan petahana di pilwali nanti,” ujar Appi.
Hal sama dikemukakan Danny. Wali kota petahana ini juga mengaku tidak khawatir, jika harus bertarung secara head to head dengan penantangnya. Meski banyak fakta bila petahana tumbang seperti di pilbup Tana Toraja, Toraja Utara, Takalar, dan Luwu Utara.
“Menurut saya, kalau head to head, peluang menang petahana justru lebih besar. Karena berdasarkan survei, nilainya akan jauh lebih tinggi,” ungkap Danny, Rabu (25/10).
Terpisah, Indira tak lupa mendoakan calon rivalnya sesama dari Partai Nasdem, yakni Cicu. Indira yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar ini mendoakan agar Cicu-Munafri Arifuddin dapat berpasangan di pilwali.
Hal ini diungkapkan saat Indira dimintai komentarnya soal peluang Cicu-Appi berdampingan di pilwali untuk menantang Danny Pomanto. Indira juga tidak mempermasalahkan paket tersebut, asalkan hal itu menjadi kehendak masyarakat makassar. “Insya Allah semua didoakan yang terbaik,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (25/10).
Sebelumnya juga, ia menyatakan tidak mempermasalahkan rekomendasi usungan Partai Nasdem jika akhirnya jatuh ke tangan Cicu. Sebab Cicu merupakan Ketua Nasdem Makassar yang juga wakil ketua DPRD Sulsel.
“Suasana saat ini lagi tenang-tenangnya. Jadi saya tidak terlalu jauh komentar. Tapi yang jelas begini kita doakan semua yang terbaik. Baik Cicu-Appi atau Appi-Cicu untuk melawan Danny-Indira, itu semua demi kepentingan Partai Nasdem,” ujarnya dengan nada diplomatis.
Indira menegaskan, siapapun yang menantang Danny di pilwali 2018 mendatang, dipersilahkan. Jika Partai Nasdem merestui dirinya untuk maju mendampingi Danny, maka segala kemungkinan bisa saja terjadi.
“Intinya semua ini adalah demi partai. Siapapun yang terbaik dari kader Nasdem entah Cicu atau saya, pasti itu yang terbaiklah,” bebernya.
Ketua Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai Nasdem Makassar itu juga sudah mengerti soal konsekuensi yang akan diterima jika melawan keputusan partai. Karena itu, ia tetap mengembalikan kepada partainya.
“Saya kader Partai Nasdem. Saya akan laporkan ke partai kalau sudah resmi dipinang Pak Danny Pomanto,” katanya.
Untuk saat ini, dukungan partai ke Danny-Indira masing-masing PPP dengan 5 kursi, PAN 4 kursi, PDIP 4 kursi dan PKPI 1 kursi.
Sementara dukungan ke pasangan Appi-Cicu, yakni Golkar 8 kursi dan Nasdem 5 kursi.
Lima partai lainnya masih menunggu keputusan pleno DPP, yakni Partai Demokrat 7 kursi, Hanura 5 kursi, PKS 5 kursi, Gerindra 5 kursi dan PBB 1 kursi.
Wakil Ketua Golkar Sulsel Andi Yagkin Padjalangi menegaskan, Appi hampir pasti mengendarai Golkar dan menggandeng Cicu sebagai wakil. Tak hanya itu, Appi juga berpeluang mengajak sejumlah parpol untuk membangun koalisi besar. “Peluang terjadinya koalisi besar sangat terbuka,” ujar Yagkin yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini. (ita/rus)
Hampir Pasti Appi-Cicu Tantang Danny-Indira
