Site icon Berita Kota Makassar

HUT Makassar, Danny Resmikan Dua Nama Jalan

MAKASSAR, BKM– Tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-410 tahun Kota Makassar yang jatuh pada Kamis, (9/10), Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berencana meresmikan perubahan dua nama jalan di Kota Makassar.

Bahkan pemkot akan mengundang langsung keluarga dari Pahlawan Andi Djemma dan Pajonga Dg Ngalle untuk menghadiri peresmian nama jalan baru tersebut.
Dua nama jalan yang diganti yakni Jalan Landak Baru berubah menjadi Jalan Andi Djemma dan Jalan Kakatua berubah menjadi Jalan Pajonga Dg Ngalle.
“Secara khusus kita undang pihak keluarga dari Andi Djemma dan Pajonga Dg Ngalle menghadiri peresmian tepat pada HUT Kota Makassar ke-410 tahun,” kata Danny sapaan akrab wali kota, Rabu (25/10) sore.
Keputusan mengganti dua nama jalan menggunakan nama pahlawan kata Danny, suatu bentuk penghargaan kepada pahlawan atas jasa-jasanya. Maka dari itu, pada peresmian nama jalan baru di Makassar Pemerintah Kota Makassar mengudung khusus kedua keluarga pahlawan tersebut.
“Perubahan dan penetapan nama jalan ini adalah tindak lanjut dari surat keputusan DPRD Kota Makassar tahun 2006,” terangnya.
Adapun alasan Danny memilih dan menetapkan nama Andi Djemma sebagai salah satu nama jalan atas usulan dari mahasiswa IPMIL Raya. Sementara, Pajonga Dg Ngalle sendiri diketahui sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia asal Kabupaten Takalar.
“Kalau Pajonga Dg Ngalle adalah seorang pahlawan nasional Indonesia asal Kabupaten Takalar yang cukup berperan penting mendukung pemerintahan. Dan Andi Djemma Raja Luwu telah dinyatakan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI di 8 November 2002 lalu. Ini juga usulan dari mahasiswa IPMIL,” katanya.
Adapun nantinya puncak peringatan HUT Kota Makassar ke 410 tahun digelar di Lapangan Karebosi Makassar yang dimulai dengan upacara dan berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP). Selain itu juga ada gerak jalan santai pada 5 November mendatang.
Sehari sebelumnya, sejumlah warga di dua jalan tersebut tidak mempersoalkan perubahan nama jalan itu. Meskipun sebagian warga belum mengetahuinya.
Salah seorang pedagang kios di Jalan Landak Baru, Hamka, mengatakan, ia belum tahu akan adanya perubahan nama jalan tersebut. Namun jika nama Jalan Landak Baru diubah, baginya tak menjadi masalah. “Ndak masalah ji saya, ndak ada ji pengaruhnya untuk saya,” jawabnya sambil sedikit tertawa.
Begitupun dengan Dewi Lestari, seorang mahasiswa yang tinggal di Jalan Landak Baru. Ia mengatakan jika perubahan nama jalan tidak akan berpengaruh besar terhadap jalan tersebut. Hanya saja, baginya, akan cukup berpengaruh bagi pencarian jalan jika mencari di google. “Kalau yang susahnya itu nanti kalau naik Grab ki, susah dicari alamatnya termasuk di google,” kata Dewi.
Beberapa warga di Jalan Kakatua pun baru mengetahui jika nama jalan tersebut akan diubah setelah BKM hendak mewawancarainya. Namun sebagian dari mereka mengatakan jika tak terlalu mempermasalahkan, hanya saja pasti akan berdampak bagi orang-orang awam yang ingin mencar alamat.
Seorang warga di Jalan Kakatua, Suhrtini mengatakan, jika perubahan nama jalan tak menjadi masalah baginya. Ia mengaku akan mengikut saja keputusan pemerintah. “Kalau begitu mi keputusannya pemerintah, ndak apa-apa ji, ikut ki saja,” kata Suhartini.(arf)

Exit mobile version