Site icon Berita Kota Makassar

Pesona Tersembunyi di Tombolopao

GOWA, BKM — Kabupaten Gowa adalah kabupaten multi potensi. Bukan hanya memiliki potensi dari sektor pertanian dan pertambangan, tapi potensi ini terdapat pada sektor pariwisata. Tak heran jika Kabupaten Gowa menjajal diri sebagai daerah destinasi wisata dan mulai dicatat negara sebagai even kalender nasional. Khususnya even Beautiful Malino di Kecamatan Tinggimoncong.
Potensi Malino tersebut juga ditunjang sejumlah potensi wisata alam yang tersebar di kawasan dataran tinggi lainnya, seperti air terjun Bantimurungna Gallang yang terletak di Dusun Pao, Desa Pao, Kecamatan Tombolopao (daerah hasil pemekaran Kecamatan Tinggimoncong).
Keberadaan air terjun dengan kedalaman kolam tumpah mencapai delapan meter itu menjadi pelengkap keberadaan air terjun Takapala’, air terjun Ketemu Jodoh, Danau Tanralili, dan wisata lainnya di Tinggimoncong.
Camat Tombolopao, Baharuddin Lewa, kepada BKM saat ditemui di kawasan air terjun Bantimurungna Gallang, Selasa (24/10) lalu, mengatakan, menurut sejarah lalu, kawasan air terjun Bantimurungna Gallang ini adalah tempat pembantaian di zaman penjajahan Belanda tahun 1927.
”Dulu tempat ini tersembunyi tidak ada akses jalan menuju air terjun. Karena itu masyarakat enggan ke sini. Tapi sekarang, saat zaman mulai berkembang, masyarakat desa mulai mendatangi kawasan air terjun indah ini. Lambat laun makin dikenal orang dan akhirnya kawasan air terjun yang memiliki panorama eksotik ini mulai ramai dikunjungi. Apalagi akses menuju ke lokasi sangat mudah dan jalanan sudah ada meski baru berupa pengerasan,” jelas camat.
Terpisah, Sekretaris Kabupaten Gowa, H Muchlis, saat ditemui di sela kunjungannya di lokasi air terjun tersebut mengakui, lokasi air terjun tersebut sangat indah dengan kondisi alam yang menunjang. Sekkab pun mengapresiasi TP PKK dan jajaran RSUD Syekh Yusuf yang menggelar kegiatan baksos kesehatan dengan mengambil lokasi di kawasan air terjun Bantimurungna Gallang.
”Paling tidak, ini menjadi upaya promosi awal agar tempat wisata indah ini diketahui orang luar dan ini sangat luar biasa. Lokasi air terjun sangat alami, asri dan terlihat berbagai kehidupan serangga ada. Termasuk kupu-kupu aneka jenis. Saya kira ini bisa menjadi wisata andalan Gowa setelah Malino. Habitat kupu-kupu ini bisa dijadikan ikon baru untuk Gowa. Tentunya ini akan sangat menunjang destinasi wisata di Gowa ke depan. Secara khusus bagi Kecamatan Tombolopao akan menjadi satu aset wisata besar. Apalagi Tombolopao ini sedang mengembangkan wisata petik dan budidaya tanaman tertentu,” jelas Muchlis. (sar/mir)

Exit mobile version