Site icon Berita Kota Makassar

Pusat Alokasikan Rp4 T untuk Kereta Api Sulsel

MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan melalui APBN 2018 akan menganggarkan Rp4 triliun untuk membiayai kereta api trans Sulawesi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (27/10) di Universitas Hasanuddin mengatakan, anggaran tersebut untuk menyelesaikan 40 kilometer rel kereta api. Selanjutnya, pembiayaan dengan menggunakan APBN akan disetop. Pemerintah kemudian akan menawarkan kepada investor untuk melanjutkan pengerjaannya.
“Kita akan selesaikan dulu 40 kilometer dengan anggaran Rp4 triliun. Kita akan selesaikan dulu. Selesai itu, kita akan undang investor jadikan 100 kilometer, 140 kilometer dan seterusnya, ” ungkap Budi.
Kendati akan dipihakketigakan, namun tetap dimungkinkan untuk melakukan subsidi modal atau subsidi dari investasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Trans Sulawesi Henry Hidayat, mengatakan pihak Kemenhub sudah memberikan jaminan. Tahun depan proyek kereta api ini jadi prioritas.
“Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) sudah jawab. Tahun depan, targetnya 40 kilometer rel lagi sudah rampung,” ungkapnya.
Henry melanjutkan, pihaknya tetap akan mengupayakan uji coba rel kereta api Sulsel tahun ini. Kata dia, gerbong yang dipinjam dari Aceh saat ini masih dalam perjalanan. Posisinya berada di perairan bagian selatan pulau Kalimantan.
“Targetnya 4 atau 5 hari lagi sampai di pelabuhan Garongkong, Barru. Jadi awal November rencana ujicobanya,” terangnya.
Sejauh ini, progres pembangunan kereta api berjalan lamban. Malah, Jokowi sempat memberi sindiran jika kereta api trans Sulawesi sudah tiga kali groundbreaking namun tidak ada perkembangan berarti.
Henry sebelumnya mengatakan, khusus untuk pengerjaan rel kereta api, fokus pada pengerjaan di kilometer 92 hingga kilometer 119. Ini sepanjang 37 kilometer. Dan progresnya sudah sekitar 26 persen.
“Itu yang akan direncanakan dioperasikan Oktober 2018. Saat ini, rel terpasang baru 16 kilometer,” bebernya.
Untuk pembebasan lahan, Henry menyebut anggarannya sudah disetujui BLU Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pihaknya awalnya mengusulkan Rp1,1 triliun, namun akhirnya disetujui menjadi Rp1,7 triliun.
“Jadi untuk Maros, Pangkep, Parepare sudah tersedia anggaran pembebasan lahannya. Dananya baru keluar. Tak ada lagi masalah. Fisiknya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp5 triliun,” tuturnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan untuk merampungkan kereta api Sulsel masih dibutuhkan anggaran Rp11 triliun hingga Rp13 triliun. Jika mendapat suntikan dana Rp4 triliun tahun depan, maka masih dibutuhkan Rp7 triliun hingga Rp9 triliun.
Dia tetap optimistis proyek ini bisa rampung, karena mendapat perhatian langsung dari presiden.
“Kalau kita dengar bahasa Bapak Presiden, carikan cara bagaimana untuk menyelesaikan,” ungkap Syahrul.
Khusus untuk pembebasan lahan kereta api, Syahrul menegaskan tidak ada masalah. Tahun ini, disiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk pembebasan lahan.
Groundbreaking proyek kereta api Makassar-Parepare ini pertama kali dilakukan di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru pada 18 Agustus 2014 silam. Jalur kereta api ini direncanakan punya 23 stasiun pemberhentian dengan total panjang 145 kilometer. Awalnya hanya jalur tunggal, tetapi disiapkan dibangun jalur ganda karena lahan yang disiapkan memungkinkan. (rhm/rus)

Exit mobile version