SOPPENG, BKM — Tim penilai lomba inovasi desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Soppeng, Kamis (26/10) mengunjungi lokasi penilaian.
Sebelumnya Kades telah memaparkan dalam bentuk makalah dihadapan tim penilai di Kantor PMD Kabupaten Soppeng.
Tim penilai Prof Hasnawi Haris melihat langsung apa yang telah disampaikan setiap desa dan kelurahan. Apakah benar semua yang dipaparkan para kades dan lurah sesuai dengan kenyataan atau tidak.
Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Timusu Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Desa Timusu mengambil judul Inovasi yakni Implementasi Perdes Timusu No 6 Tahun 2016 Tentang Ketentuan Penggunaan Kendaraan Siaga Desa.
Dimana outputnya pada peningkatan kualitas layanan kesehatan pada masyarakat Timusu.
Hal menarik dalam program ini menurut Prof Hasnawi terkait program layanan kendaraan Siaga Desa yang berupa Ambulance.
Karena program ini bersinergi dan menjadi program satu paket dengan kegiatan Polindes yang ada di desa sehingga terarah dan struktur dengan baik.
Sehingga tidak semua pasien yang dijemput oleh kendaraan Siaga Desa langsung dibawa Puskesmas atau Rumah Sakit tapi harus dilayani di Polindes terlebuh dahulu.
”Nanti memerlukan penenganan secara serius baru dirujuk ke Rumah Sakit didampingi petugas Polindes,” katanya.
Selain itu yang menarik juga program ini selain dijemput dan diantar pergi juga sebaliknya tak sedikit juga yang jemput setelah sembuh atau selesai melahirkan untuk pulang ke rumahnya dan semua dilayani dengan gratis.
Olehnya itu, Prof Hasnawi meminta Kadis PMD Drs A Agus Nongki agar di desa lain bisa melakukan hal yang sama karena program tersebut sangat membantu masyarakat. (ono/C)
Tim Penilai Puji Program Siaga Desa
