MAKASSAR, BKM — Makassar Tradisional Game Festival (MTGF) 2017 adalah sebuah kegiatan yang dibuat atas latar belakang kegelisahan akan tergerusnya permainan rakyat yang menjadi warisan budaya leluhur yang saat ini sudah jarang. Bahkan boleh dibilang tidak pernah lagi dimainkan serta mulai ditinggalkan.
“Harapan kami, semoga dengan adanya penyelenggaraan MTGF ini setiap tahun kita tidak pernah melupakan permainan-permainan tradisional,” ujar Hasfar Jafar selaku Ketua Penyelenggara MTGF 2017.
MTGF 2017 adalah penyelenggaraan yang kelima setelah sukses diadakan tahun 2012-2016. Penyelenggaraan MTGF 2017 yang berlangsung Sabtu dan Minggu (28-29/10) ini untuk merayakan peringatan Sumpah Pemuda di Benteng Fort Rotterdam.
Event ini menghadirkan permainan tradisional, area kids corner, bengkel permainan, pasar rakyat dan pagelaran budaya. Kostum dress code peserta untuk lebih menyemarakkan suasana dengan berpakaian unik dan lucu dengan tema tradisional, masa kecil dan Sumpah Pemuda.
MTGF 2017 juga menghadirkan dialog dengan salah satu penulis berdarah lokal namun dengan prestasi nasional, Maman Suherman bersama pemeran film Silariang Cinta yang (tak) Direstui dengan tema; Menumbuhkan Kecintaan Masyarakat Terhadap Karya Konten Lokal.
“Kami memilih moment peringatan Sumpah Pemuda karena kami adalah pemuda Indonesia yang bertekad akan terus menjaga serta melestarikan budaya warisan nenek moyang kami,” ujar Ketua pelaksana MTGF 2017. (rls)