Site icon Berita Kota Makassar

Orangtua Siswa SMAN 1 Gowa Siap Berpartisipasi Dalam UNBK

GOWA, BKM — Tahun 2018 mendatang sebanyak 748 siswa kelas XII (12) siap menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dijadwal terlaksana pada minggu kedua April 2018.
Mengenai persiapan menuju UNBK ini, pihak SMAN 1 Gowa pun melakukan rembuk bersama komite dan para orangtua siswa yang digelar, Sabtu siang (28/10) di ruang guru sekolah yang dulu bernama SMA Salis atau SMAN 159 ini.
Pertemuan yang dipimpin langsung Plh Kepala SMAN 1 Gowa, Abd Kadir didampingi Wakasek, Muh Amin dan dihadiri Ketua Komite SMAN 1 Gowa, H Abbas Alauddin ini meminta kesiapan partisipasi orangtua siswa khususnya dalam persiapan pelaksanaan simulasi online yang akan dilakukan pihak sekolah pada 13 Nopember.
”Partisipasi yang kami harapkan dari para orangtua yakni memberikan pengawasan lebih kepada anak-anaknya selama mempersiapkan diri akan mengikuti UNBK yang sisa lima bulan setengah lagi. Selain itu, karena keterbatasan fasilitas komputer milik sekolah maka kami meminta partisipasi pihak orangtua untuk menyiapkan komputer atau laptop bagi anak-anaknya,” kata Abd Kadir yang merupakan guru senior di SMAN 1 Gowa tersebut.
Dikatakan Abd Kadir, setahun lalu SMAN 1 Gowa sudah siap melaksanakan UNBK namun terlambat mendaftar sebagai peserta UNBK. Sekarang, sudah ada keharusan semua SMA di Sulsel harus UNBK, maka pihaknya pun menyatakan siap diri ujian online tersebut.
”Kami hanya ingatkan kepada orangtua siswa untuk fokus mengawasi anak-anaknya dengan mengurangi aktivitas ekstrakurikuler sekolah maupun kegiatan lainnya. Juga diminta orangtua menjaga pola makan anak-anaknya sehingga disaat akan UNBK tidak ada satu pun siswa berhalangan ujian karena sakit,” terang Abd Kadir.
Pertemuan pihak sekolah dengan orangtua siswa itu berlangsung sehari diikuti para orangtua siswa kelas XII Bahasa, IPA 1-9, IPS 1-6. Nurliah Ruma, salah satu orangtua siswa kelas XII IPA mengaku sangat support dengan kesiapan pihak sekolah menuju UNBK tahun 2018 mendatang.
”Bahkan saya mengusul agar dilakukan sistem subsidi silang pengadaan laptop bagi siswa, disebabkan banyak anak-anak kita yang orangtuanya masuk kategori kurang mampu. Kalau kita tidak lakukan model subsidi silang alias membackup satu anak lainnya maka siapa yang akan membantu mereka? Makanya saya mewakili orangtua siswa lainnya yang bisa membantu mengajak orangtua lainnya untuk saling bahu membahu,” terang Nurliah Ruma. (sar/mir)

Exit mobile version