Site icon Berita Kota Makassar

Polda Bimbing Pelajar Berprestasi Jadi Polisi

MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, dalam rangka program pembinaan dan pelatihan calon anggota polri bagi putra putri daerah berprestasi. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Hotel Dalton Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (30/10). Hadir para bupati/wali kota serta masing-masing kapolres.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel Kombes Pol Yohannes R H Susetyo, mengatakan konsep bimbingan meliputi psikologi, kesehatan, jasmani dan akademik.
”Ini menjadi momen mendukung pelayanan polri yang lebih besar ke depan. Dengan pengelolaan yang baik dan terpadu, akan ditemukan bibit unggul untuk direktur menjadi anggota polri,” kata Yohannes.
Pemberian bimbingan bagi putra putri calon anggota polri ini, tambah Johannes, bertujuan untuk mempersiapkan mereka pada segala aspek yang akan diujikan. Termasuk mental kepribadian Bhayangkara.
Lamanya pembinaan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan. Diawali dengan menjaring siswa yang unggul.
”Pembinaan ini sifatnya independan. Artinya, samak sekali tidak berkaitan dengan tahapan seleksi. Seleksi akan dilaksanakan dengan rinsip Betah, yaitu bebas dari KKN dan tanpa hak istimewa bagi anak bimbing,” jelasnya.
Sejauh ini, Yohannes menyebut, terdapat 850 siswa siswi yang telah terjaring. Terdiri dari pelajar SMA/sederajat yang berprestasi dalam akademik maupun olahraga, paskibra, maupun pencapaian di bidang lainnya.
Gubernur Sulsel diwakili Abdul Haris, mengapresiasi langkah polda yang menjalin kerja sama dengan pemprov, pemkab dan pemkot. ”Ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan putra dan puri Sulsel, khususnya dalam persaingan sehat menjadi anggota polri,” ujarnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, menjelaskan bahwa program ini sehubungan dengan program kapolri, yakni polisi yang profesional, modern dan terpercaya (prometer) menuju polri yang handal. Serta menyikapi pesatnya dinamika di tengah masyarakat.
“Polri tidak boleh tertinggal dalam pelaksanaan tugasnya, terkhusus di bidang teknologi. Makanya, dalam rekruitment diharapkan dapat sebersih mungkin. Tercermin pada terbukanya proses dan diterapkannya teknologi untuk menghindari celah dalam rekruitmen. Kami di Polda Sulsel dinobatkan sebagai salah satu dengan tingkat clear and clean yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Muktiono. (ish/rus)

Exit mobile version