Site icon Berita Kota Makassar

Harga Telur Anjlok, Peternak Menjerit

SIDRAP, BKM — Peternak ayam di Sidrap dan sekitarnya mengeluhkan turunnya harga jual telur ayam akhir-akhir ini. Penurunan itu, diduga dipicu masuknya telur ayam siap tetas atau breeding milik industri perusahaan ke pasar bebas.

Forum Peternak Petelur (FPP) mendesak agar telur siap tetas tidak dilempar ke pasaran. FPP meminta produksi telur konsumsi diserahkan kepada peternak rakyat.
Anggota FPP Sidrap, H Bahrul Appas, Selasa (31/10) mengatakan harga telur konsumsi di sejumlah pasar anjlok. Kini, harga telur ras peternak rakyat Rp 30.000-Rp 31.000 Rp per rak.
FPP menuding, perusahaan penetasan ayam merusak harga telur dengan menjual telur siap tetas ke pasaran dengan harga murah Rp22.000 per rak-Rp12.500 perkilo.
”Kondisi ini yang memicu anjloknya harga dipasaran. Karena selisinya mencapai Rp8.000,’ ujar Bahrul.
Sesuai data statistik peternak di Sulsel mencapai 1.336 orang dengan populasi ayam 5 juta ekor. Jumlah ini bisa memproduksi 75-80 persen perhari.
Saat ini telur breeding terus merambah pasar tradisional di sejumlah wilayah seperti Makassar, Maros, Sungguminasa dan sekitarnya.
Pihaknya mendesak agar perusahaan besar tak ikut menjual telur.
“Lebih baik, produsen DOC ini kembali menghasilkan anak ayam saja (DOC). Bukan telur konsumsi agar tidak mengganggu peternak rakyat,” katanya.
Bahrul berharap, pemerintah turun tangan dalam menyikapi kondisi ini. Paling tidak, suplai telur diserahkan kepada peternak rakyat dan mengawasi peredaran telur siap tetas kepada masyarakat. (ady/C)

Exit mobile version