Site icon Berita Kota Makassar

BPBD Jeneponto Bantu Warga Air Bersih

JENEPONTO, BKM — Memasuki musim kemarau berkepanjangan, banyak desa dan kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, H Anwaruddin Munassar saat memimpin pendistribusian air bersih di Kampung Tolo, Kecamatan Kekara, Minggu (5/11).
Anwaruddin mengatakan, bukan saja di desa yang krisis air bersih juga di dalam kota Bontosunggu ibukota Kabupaten Jeneponto, juga mengalami krisis air bersih. Karena air PDAM tidak mengalir. Sehingga mereka juga dibantu untuk keperluan air bersih warga.
”Distribusi air bersih ini tidak dipungut biaya. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang mengalami krisis air bersih,” jelas Anwaruddin.
Sofyan, warga Jalan Morra Daeng Bilu, penerima air bersih dari BPBD Jeneponto, sangat menyayangkan PDAM Jeneponto yang tidak mengalirkan air ke rumah warga. Bahkan, kadang air yang mengalir itu kotor.
Begitu pula yang disampaikan H Jamaluddin, warga Kampung Mataere, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara. ”Kami di Kampung Tolo sangat kesulitan air bersih. Sumur dalam sebagai sumber mata air warga, namun karena kekeringan melanda sehingga air sumur kering kerontang,” akunya.
Dengan adanya bantuan air bersih dari pemerintah daerah melalui BPBD Jeneponto, kata Jamaluddin, pihaknya bersama warga lainnya menyampaikan terimakasih. Sehingga kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi meski jumlahnya sangat sedikit.
”Kiranya air bersih yang disuplaikan ke warga dapat ditingkatkan jumlahnya oleh pihak BPBD,” ujar Jamaluddin. (krk/mir/c)

Exit mobile version